Kalau kita perhatikan, satu masjid itu sebenarnya terdiri dari beberapa “dunia kecil”: ruang utama, serambi, halaman, bahkan lantai atas. Aktivitasnya beda, jarak ke speaker beda, dan kebutuhan volumenya juga beda. Tapi di banyak masjid, semua speaker disetel “satu rasa” dari satu tombol volume. Hasilnya bisa ditebak: di dekat mimbar telinga terasa penuh, di luar masih kurang jelas, dan warga sekitar kadang ikut “mendengarkan” tanpa diminta.
Di sinilah konsep zonasi suara jadi penting: membagi masjid menjadi beberapa zona audio, lalu mengatur suara tiap zona sesuai kebutuhan masing-masing.
Masalah umum ketika semua speaker disamakan
Beberapa masalah klasik yang sering muncul kalau tidak ada zonasi:
- Jamaah di saf depan merasa volume khutbah terlalu keras, sementara jamaah di serambi masih “nguping” karena suara tidak sejelas di dalam.
- Saat kajian malam dengan peserta sedikit, speaker luar tetap menyala lantang dan mengganggu lingkungan sekitar.
- Untuk acara tertentu (misalnya pengajian ibu-ibu di ruang samping), seluruh sistem tetap aktif, padahal cukup satu area saja yang butuh suara.
Beberapa panduan penataan sound system masjid bahkan secara eksplisit menyarankan pemisahan zona dan pengaturan level suara yang berbeda untuk area dalam dan luar.
Membagi masjid menjadi beberapa zona
Secara sederhana, zonasi suara bisa dibayangkan seperti ini:
- Zona 1 – Ruang utama salat: prioritas utama kejelasan bacaan imam dan khutbah.
- Zona 2 – Serambi/teras: untuk jamaah yang telat datang, orang tua dengan anak kecil, atau jamaah yang ingin duduk lebih santai.
- Zona 3 – Area luar/pelataran: hanya perlu aktif saat jamaah membludak (Id, tarawih, acara besar).
- Zona 4 – Ruang kajian/kelas: dipakai untuk kegiatan belajar, tidak selalu terkait salat berjamaah utama.
Dengan pembagian ini, takmir punya fleksibilitas:
- Salat wajib: semua zona bisa aktif, tapi volume disesuaikan—dalam nyaman, luar tidak berlebihan.
- Kajian kecil di dalam: zona luar dimatikan atau dikecilkan, cukup zona dalam yang aktif.
- Kelas di ruang samping: cukup zona kelas yang menyala, tidak perlu menghidupkan semua speaker masjid.
Beberapa sistem komersial untuk masjid sudah menyediakan amplifier 2–4 zona dengan kontrol terpisah, karena kebutuhan zonasi memang nyata di lapangan.
Dari zonasi manual ke Smart Audio
Level berikutnya adalah ketika zonasi tidak hanya “ada”, tapi juga pintar. Selama ini, zonasi biasanya diatur manual lewat saklar atau knob volume di rak audio. Kalau operatornya telaten, hasilnya lumayan. Tapi kalau lupa mematikan zona luar saat malam, lingkungan bisa terganggu.
Riset dan solusi baru mulai mendorong konsep Smart Audio di masjid:
- Setiap zona punya node amplifier sendiri yang bisa dikendalikan dari satu titik pusat atau aplikasi (multi-zone system).
- Level suara dapat disesuaikan berdasarkan data, misalnya dari sensor kebisingan (decibel meter) di tiap zona.
- Sistem monitoring memungkinkan takmir melihat status zona: mana yang sedang aktif, seberapa keras, bahkan apakah ada gangguan.
Penelitian tentang IoT-based sound-level control di masjid menunjukkan bahwa pengaturan level suara berbasis sensor dan koneksi jaringan bisa menurunkan kebisingan dan membuat penggunaan speaker lebih tertib.
Peran sensor dan data: tidak cuma “feeling” teknisi
Selama ini, banyak pengaturan sound system masih mengandalkan telinga teknisi: “Kayaknya segini pas.” Padahal, ada alat sederhana yang bisa membantu: sensor suara dan meter desibel yang terhubung ke sistem IoT.
Beberapa contoh implementasi:
- NodeMCU/ESP8266 + sensor suara mengirimkan data level kebisingan ke cloud atau dashboard.
- Data ini dipakai untuk memantau apakah volume lintas zona sudah berada di rentang yang nyaman dan tidak melampaui batas tertentu.
- Beberapa prototipe sistem monitoring pengeras suara masjid di Indonesia sudah menguji konsep ini sebagai bahan awal pengembangan Smart Audio.
Amplifier di setiap sudut bukan hanya menguatkan, tapi juga “mendengar” dan menyesuaikan diri.
Zonasi suara sebagai bagian dari kerangka optimasi
Sebuah kajian sistematik tentang zoned audio di masjid menekankan bahwa desain yang baik harus mempertimbangkan:
- Fungsi tiap zona (ibadah utama, overflow, edukasi, sosial), bukan hanya lokasi fisiknya.
- Parameter akustik (misalnya sebaran SPL, waktu dengung, dan kejelasan ucapan) melalui simulasi atau pengukuran sederhana.
- Pilihan jenis speaker (kolom, ceiling, horn) dan arah pancaran suara yang disesuaikan dengan karakter ruangan.
Pendekatan ini menjadikan zonasi suara bukan sekadar “bagi kabel dan pasang potensiometer”, tapi bagian dari optimasi menyeluruh sistem audio masjid.
Ke mana arah pengembangannya?
Kalau ditarik ke depan, konsep zonasi suara di masjid sangat sejalan dengan ide Smart Mosque dan cyber-physical system:
- Node audio (amplifier + speaker) di setiap zona berperan sebagai node fisik.
- Jaringan komunikasi antar-node dan ke master menjadi sistem sibernya.
- Sensor dan algoritma optimasi suara real-time mengikat keduanya dalam satu sistem yang adaptif.
Hasil akhirnya: jamaah di dalam masjid mendapat suara yang jelas dan nyaman, jamaah di serambi tetap bisa mengikuti ibadah, dan warga sekitar tidak lagi “dipaksa” ikut mendengar semua kegiatan masjid sepanjang waktu.
Referensi:
- S. Rosad, dkk. "Zoned Audio Distribution: Systematic Review and Optimization Framework in Mosque". ELKHA, 2025. (via Garuda) https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5507146
- F. M. A. Zabidi, dkk. "IoT-based sound-level control for audio amplifiers: mosques as a case study". International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE), 2022. https://ijece.iaescore.com/index.php/IJECE/article/view/24816
- M. R. A. Saputra, dkk. "IoT Sistem Monitoring Pengeras Suara Masjid (Studi Kasus …)". AJIE – Asean Journal of Islamic Education, 2023. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/28616/15533/96679
- Kelompok 12. "SOULME (Sistem IoT Monitoring Pengeras Suara Masjid)". Video YouTube, 2021. https://www.youtube.com/watch?v=Aa6oH2sXA7c
- Audiovolt. "4-Zone Mosque/Masjid PA Speaker System with Radio Microphones & In-Ceiling Speakers". 2021. https://www.audiovolt.co.uk/products/4zone-mosque-masjid-pa-speaker-system
- Audio Installations. "4-Zone Matrix Mosque Sound System – Audio Installations". 2018. https://audioinstallations.co.uk/4zone-matrix-mosque-sound-system-24x-column-speakers-mics-white/
- Gsound SA. "How to Adjust the Sound Systems in Mosques to Ensure Clear Sound". 2022. https://gsoundsa.com/en/blog/How-to-adjust-the-sound-systems-in-mosques-to-ensure-clear-sound/a-1334814082
- Tokopedia. "Paket Sound System Toa Masjid dan Musholla + Amplifier 3 Zone". 2023. https://www.tokopedia.com/cs-audio87/paket-sound-system-toa-masjid-dan-musholla-amplifier-3zone
- S. Hasan, dkk. "Perancangan dan Implementasi Sistem Tata Suara Masjid …". AbdiSultan, 2024. https://ejournal.sultanpublisher.com/index.php/abdisultan/article/view/346/247