Smart Mosque di Jurnal: Dari Website Masjid sampai Laporan Keuangan Digital

Smart Mosque di Jurnal: Dari Website Masjid sampai Laporan Keuangan Digital

Kalau mendengar istilah Smart Mosque, banyak orang langsung membayangkan IoT, sensor, dan aplikasi canggih. Padahal, di cukup banyak jurnal dan laporan pengabdian, “pintu masuk” Smart Mosque justru sangat sederhana: website masjid dan laporan keuangan digital yang rapi dan transparan.

Website masjid sebagai etalase dan buku pengumuman resmi
Sebuah artikel pengabdian berjudul “Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Masjid Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan” menceritakan bagaimana sebuah masjid transisi dari pencatatan manual ke sistem digital. Tim pendamping membantu takmir dan remaja masjid membuat website dan sekaligus berlatih menyusun laporan keuangan yang kemudian diunggah secara berkala.

Hasilnya cukup menarik:

  • Kegiatan masjid (program dakwah, kajian, pengumuman) bisa diakses masyarakat luas dan warga persyarikatan Muhammadiyah melalui halaman web.
  • Laporan keuangan bulanan, triwulan, dan tahunan diupload ke website, sehingga jamaah dapat melihat kondisi keuangan dengan lebih transparan.

Penulis menyimpulkan bahwa keberadaan website dan laporan keuangan digital ini menjadi bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai Smart Mosque, setidaknya dari sisi tata kelola informasi dan akuntabilitas.


Di luar ranah akademik, banyak tutorial praktis menunjukkan bahwa website masjid kini bisa dibuat tanpa kemampuan coding, misalnya menggunakan WordPress dengan tema khusus masjid. Fitur yang ditawarkan biasanya mencakup jadwal sholat, pengumuman, informasi kajian, profil takmir, laporan infaq, dan data inventaris. Ini menguatkan pesan bahwa website bukan lagi “kemewahan”, tetapi alat dasar untuk komunikasi dan transparansi.

Laporan keuangan digital: dari buku kas ke dashboard
Beberapa studi lain fokus pada digitalisasi keuangan. Sebuah artikel tentang digitalisasi manajemen masjid menjelaskan bahwa pencatatan manual (buku kas masuk/keluar tanpa struktur akuntansi) menyulitkan penyusunan laporan yang sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan. Solusi yang ditawarkan adalah aplikasi khusus (misalnya SI-Masjid) yang mengikuti prinsip PSAK 45 untuk organisasi nirlaba.

Program pengabdian di Masjid Al-Manar Sidoarjo juga menunjukkan proses serupa:

  1. Pengurus dilatih memahami siklus akuntansi sederhana (dari buku kas umum sampai laporan keuangan)
  2. Aplikasi digital disiapkan untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, dan menyusun laporan bulanan secara konsisten.
  3. Dampaknya, struktur tata kelola keuangan menjadi lebih tertib, transparansi meningkat, dan laporan lebih mudah dibaca jamaah.

Artikel lain dan platform praktis seperti Maslam, Menara Masjid BAZNAS, BukuMasjid, hingga Taqmir.com juga menekankan manfaat serupa: pencatatan real time, otomatisasi laporan, dan kemampuan mempublikasikan laporan kas secara online kepada jamaah. Itu semua sejalan dengan tuntutan zaman: jamaah semakin peduli pada transparansi dan ingin tahu ke mana dana ZIS dan infak disalurkan.

Smart Mosque sebagai pusat pendidikan dan vokasi digital
Smart Mosque di jurnal bukan hanya bicara soal data finansial. Ada juga artikel yang memotret masjid sebagai ruang pendidikan dan dakwah digital. Salah satu tulisan menyebut Smart Mosque sebagai masjid yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung ibadah, pendidikan, dan dakwah, misalnya dengan aplikasi berisi jadwal shalat, informasi pengajian, hingga laporan keuangan yang bisa diakses jamaah.

Artikel yang sama menjelaskan bagaimana masjid dapat:

  1. Menyelenggarakan streaming kajian dan menyediakan rekaman dakwah yang bisa diakses kapan saja.
  2. Menawarkan kelas daring dan perpustakaan digital berisi kitab klasik maupun kontemporer.

Di level kebijakan, program seperti Smart Surau di Padang memposisikan masjid dan surau sebagai pusat pembelajaran digital, menyediakan ruang belajar, WiFi, dan akses ke ratusan buku elektronik dan platform pendidikan bagi anak-anak. Sinergi DMI dan Kementerian Ketenagakerjaan juga menggagas masjid sebagai pusat vokasi dan pelatihan keterampilan digital bagi jamaah.
Semua ini menguatkan satu narasi: dalam literatur dan praktik, Smart Mosque tidak hanya soal perangkat, tetapi juga soal peran baru masjid sebagai pusat literasi digital dan pemberdayaan ekonomi umat.

Apa yang bisa dipraktikkan di masjid dari insight riset ini?
Dari rangkuman berbagai riset dan program tadi, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil takmir atau penggiat Smart Mosque:

  • Mulai dari website sederhana: sebuah halaman yang menampilkan jadwal sholat, berita kegiatan, profil takmir, dan satu bagian khusus untuk laporan kas. Ini sudah cukup untuk memulai transparansi ala “Smart Mosque versi praktis”.
  • ​Transisikan laporan keuangan ke format digital: misalnya spreadsheet terstruktur atau aplikasi khusus yang mendukung pencatatan pemasukan/pengeluaran dan menghasilkan laporan otomatis.
  • Publikasikan ringkasan laporan secara berkala: tidak semua detail harus dibuka, tetapi ringkasan yang jelas dan rutin akan meningkatkan kepercayaan jamaah.
  • Manfaatkan masjid sebagai ruang belajar digital: dari WiFi terkontrol untuk belajar, pelatihan literasi digital, hingga kelas keterampilan yang dikaitkan dengan dakwah dan pembinaan karakter.

Dari sisi riset, langkah-langkah ini sederhana. Tetapi di banyak tempat, inilah lompatan nyata dari masjid yang “sekadar menjalankan rutinitas” ke masjid yang lebih transparan, komunikatif, dan edukatif, yang dalam banyak jurnal dan artikel disebut sebagai bagian dari perjalanan menuju Smart Mosque.

Referensi / Bacaan Terkait

  1. A. Suarni, dkk. "Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan". GIAT, 2022. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/giat/article/view/5856 
  2. M. Ridwan. "Digitalisasi Manajemen Masjid Dalam Membangun Efisiensi dan Transparansi". Ad-Dawah, 2025. https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/download/147/80/51 
  3. Tim Abdimas Umsida. "Pemberdayaan Akuntabilitas dan Transparansi Manajemen Keuangan Masjid Melalui Digitalisasi". 2023. https://fbhis.umsida.ac.id/tim-abdimas-umsida-wujudkan-digitalisasi-manajemen-keuangan-masjid-al-manar/ 
  4. ​Maslam. "Digitalisasi Masjid dengan Maslam Apps: Solusi Modern untuk Manajemen Masjid". 2025. https://maslam.id/daftar-artikel/digitalisasi-masjid-dengan-maslam-apps-solusi-modern-untuk-manajemen-masjid 
  5. ​BukuMasjid. "Laporan Keuangan Masjid Digital, Solusi Praktis dalam Genggaman". 2025. https://docs.bukumasjid.com/blog/laporan-keuangan-masjid-digital-solusi-praktis-dalam-genggaman/
  6. ​Taqmir.com. "Platform Manajemen Masjid Digital Terlengkap". 2025. https://app.taqmir.com 
  7. ​Surau.co. "Smart Mosque: Masjid Digital untuk Pendidikan dan Dakwah". 2025. https://www.surau.co/2025/09/34156/smart-mosque-sebagai-ruang-pendidikan-dan-dakwah-digital/ 
  8. Pemko Padang. "Program Smart Surau Diluncurkan, Kegiatan di Masjid Terpantau Secara Digitalisasi". 2025. https://padang.go.id/index.php/berita/program-smart-surau-diluncurkan-kegiatan-di-masjid-terpantau-secara-digitalisasi 
  9. ​DMI & Kemnaker. "Masjid Jadi Pusat Vokasi dan Digitalisasi". 2025. https://www.surau.co/2025/05/13539/masjid-jadi-pusat-vokasi-dan-digitalisasi-sinergi-dmi-kemnaker-dorong-ekonomi-umat/ 

 


Penulis: Safiq Rosad
2026