Belakangan ini istilah “Smart Mosque” atau masjid pintar makin sering lewat di timeline: ada Islamic Center yang go digital, ada masjid yang pakai aplikasi, sampai surau yang sudah terhubung IoT. Intinya, Smart Mosque itu masjid yang memanfaatkan teknologi secara sengaja dan terarah supaya ibadah makin nyaman, pengelolaan masjid makin rapi, dan jamaah makin terlayani—bukan sekadar masjid yang penuh perangkat elektronik.
Bukan sekadar masjid penuh alat
Banyak masjid sudah punya sound system besar, CCTV, WiFi, bahkan layar LED, tapi belum tentu bisa disebut Smart Mosque. Kuncinya ada di dua hal: integrasi dan manfaat.
- Perangkat seperti lampu, kipas/AC, speaker, dan CCTV dihubungkan dengan sistem digital (IoT, aplikasi, dashboard) sehingga bisa dipantau dan diatur dengan mudah, termasuk dari HP.
- Teknologi yang dipakai punya tujuan jelas: mengurangi boros listrik, merapikan jadwal kegiatan, mempermudah komunikasi dengan jamaah, hingga mengurangi masalah bising speaker luar yang sering jadi keluhan tetangga.
Jadi, Smart Mosque itu bukan “masjid paling banyak gadget”, tapi masjid yang paling tepat menggunakan teknologi untuk melayani jamaahnya.
Fungsi masjid, tapi versi 2020-an
Secara fungsi, masjid tetap sama: tempat salat, belajar, dan berkumpulnya umat. Bedanya, sekarang jamaah hidup di dunia yang serba digital, informasi cepat, dan aktivitas padat. Konsep Smart Mosque muncul sebagai cara agar masjid tetap relevan dengan pola hidup ini tanpa kehilangan ruh ibadahnya.
Beberapa contoh peran Smart Mosque di era sekarang:
- Ibadah lebih tertata: jadwal salat dan iqamah otomatis, pengaturan lampu dan AC yang menyesuaikan waktu salat dan kegiatan, serta audio yang nyaman di telinga.
- Dakwah dan pendidikan lebih luas: info kajian di website atau aplikasi, rekaman ceramah yang bisa diputar ulang, sampai kelas online yang terhubung dengan masjid.
- Pengelolaan lebih transparan: donasi via QRIS, laporan keuangan digital, dan informasi program sosial yang mudah diakses jamaah.
Dengan cara ini, masjid tetap jadi pusat peradaban, tapi bahasanya sudah nyambung dengan generasi yang pegang smartphone setiap hari.
- Contoh fitur Smart Mosque yang mulai umum
Supaya lebih kebayang, ini beberapa fitur yang sudah banyak muncul di proyek Smart Mosque / Smart Surau / masjid digital:
Website atau aplikasi masjid untuk lihat jadwal salat, jadwal kajian, dan pengumuman penting. - Jadwal salat digital yang terhubung dengan pengeras suara, sehingga azan, iqamah, dan pengingat kegiatan bisa otomatis.
- Kontrol lampu dan kipas/AC via IoT: misalnya lampu menyala menjelang salat, redup saat kajian dimulai, dan mati saat masjid ditutup.
- CCTV yang bisa dipantau pengurus dari HP untuk menjaga keamanan area masjid.
- Sistem donasi non-tunai dengan laporan dan rekap yang rapi, sehingga takmir dan jamaah sama-sama tenang.
Beberapa konsep Smart Mosque juga mulai menggabungkan energi hijau, seperti panel surya dan monitoring pemakaian listrik, supaya masjid lebih hemat dan ramah lingkungan.
Masjid juga bisa jadi “ruang belajar digital”
Smart Mosque bukan cuma urusan listrik dan speaker. Di beberapa tempat, masjid dan surau sudah dijadikan pusat belajar digital untuk anak dan remaja: ada WiFi, akses materi pembelajaran, hingga program pelatihan literasi digital yang berbasis masjid.
Tulisan dan program tentang Smart Mosque menunjukkan bahwa:
- Masjid bisa jadi tempat belajar teknologi yang tetap berlandaskan iman.
- Dakwah bisa menjangkau banyak orang lewat live streaming, rekaman ceramah, dan konten media sosial masjid.
- Anak muda merasa masjid lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari karena bahasanya tidak “terpisah” dari dunia digital.
Dengan kata lain, Smart Mosque membantu menjembatani kebutuhan ruhani dan kebutuhan belajar di zaman serba online.
Di mana posisi Smart Audio?
Satu hal yang sering dilupakan: hampir semua aktivitas di masjid sangat bergantung pada audio—azan, iqamah, khutbah, kajian, bahkan pengumuman kehilangan sandal. Kalau suaranya terlalu kecil, jamaah terganggu; kalau terlalu besar, tetangga protes. Di sinilah konsep Smart Audio di masjid jadi penting.
Beberapa ide yang mulai dikembangkan di riset dan prototipe:
- Volume per zona: area dalam, serambi, dan luar masjid bisa punya level suara yang berbeda sesuai kebutuhan.
- Penyesuaian otomatis berdasarkan kebisingan lingkungan, sehingga suara tetap jelas tapi tidak “teriak” ke luar.
- Monitoring pengeras suara via aplikasi, jadi takmir bisa langsung tahu kalau ada zona yang terlalu keras, terlalu pelan, atau bahkan mati.
Penelitian kontrol level suara berbasis IoT di masjid menunjukkan bahwa pendekatan seperti ini bisa mengurangi kebisingan dan meningkatkan kenyamanan jamaah, sekaligus menjaga hubungan baik dengan warga sekitar.
Ke depan, konsep Smart Mosque yang serius hampir pasti akan menyentuh area Smart Audio: zonasi, kontrol terdistribusi, dan optimasi suara real-time di setiap sudut masjid.
Mulainya dari mana?
Kabar baiknya, Smart Mosque tidak harus dimulai dengan proyek besar dan mahal. Banyak contoh implementasi yang berkembang pelan-pelan:
- Langkah kecil: menata ulang sound system, memasang jadwal salat digital, dan membiasakan pencatatan keuangan yang lebih rapi.
- Langkah menengah: menambah sistem informasi masjid (website atau aplikasi sederhana) dan otomasi beberapa perangkat seperti lampu dan kipas.
- Langkah lanjut: mengintegrasikan audio, energi, keamanan, informasi, dan administrasi dalam satu ekosistem Smart Mosque yang utuh.
Yang penting, teknologi tetap jadi alat, bukan tujuan. Tujuan akhirnya tetap: masjid yang lebih nyaman, lebih tertib, lebih transparan, dan lebih hidup sebagai pusat kebaikan umat di era digital.
REFERENSI:
- Islamic Center Kaltim. "Mewujudkan Impian Sebagai Smart Mosque: Konsep dan Implementasi di Islamic Center Kaltim". IslamicCenterKaltim.org, 2025. https://islamiccenterkaltim.org/posts/detail/mewujudkan-impian-sebagai-smart-mosque-konsep-dan-implementasi-di-islamic-center-kaltim
- N. R. D. Dewi, dkk. "Smart Mosque: Integrasi Teknologi Desain untuk Pengalaman Ibadah yang Lebih Nyaman". Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, Vol. 6, No. 5, 2025. https://ejournal.warunayama.org/index.php/kohesi/article/view/9874
- R. P. Sari, dkk. "Rancang Bangun Purwarupa Aplikasi Masjid Pintar Berbasis Internet of Things (IoT)". Jurnal Teknologi Informasi, 2023. https://jurnal.risetilmiah.ac.id/index.php/jti/article/view/288
- F. A. Rahman, dkk. "IoT Based Sistem Masjid Pintar (i-SisMAP)". Video YouTube, 2023. https://www.youtube.com/watch?v=w4I62LAvgRA
- Tim Surau.co. "Smart Mosque: Masjid Digital untuk Pendidikan dan Dakwah". Surau.co, 2025. https://www.surau.co/2025/09/34156/smart-mosque-sebagai-ruang-pendidikan-dan-dakwah-digital
- D. W. Fitria, dkk. "Keberlanjutan Penyusunan Laporan Keuangan Digital Menuju Smart Mosque Sebagai Implementasi SDG’s No. 17". JUKESHUM, 2024. https://ojs.unhaj.ac.id/index.php/jukeshum/article/view/901
- A. R. Nugraha, dkk. "Model Dan Implementasi Internet of Things Sebagai Monitoring/Kontrol Dan Pengolahan Hemat Energi". 2026. https://id.scribd.com/document/970307756/Model-Dan-Implementasi-Internet-of-Things-Sebagai-Monitoring-Kontrol-Dan-Pengolahan-Hemat-Energi
- S. Hidayat. "Digitalisasi Manajemen Masjid Dalam Membangun Efisiensi dan Transparansi". 2023. https://ejournal.iprija.ac.id/index.php/Ad-DAWAH/article/download/147/80
- BAZNAS Kota Yogyakarta. "Peradaban Islam 5.0: Integrasi Iman, Ilmu, dan Teknologi". 2025. https://kotayogya.baznas.go.id/artikel/show/peradaban-islam-50-integrasi-iman-ilmu-dan-teknologi/29050