CALL NOW : (0274) 6498 534, 0821 3814 1118
  • Home
  • About
  • Contact
  • PRODUCT
    • JADWAL SHOLAT (JWS-02M)
    • JADWAL SHOLAT (JWS-02)
    • BEL SEKOLAH (BS-108MP)
    • BEL SEKOLAH (BSE-156)
    • CERDAS CERMAT (BCC-02)
    • MOVING SIGN
    • JAM DIGITAL (JD-7S4KLD1)
    • JAM DIGITAL (JD-9i4DL)
    • JAM DIGITAL (JD-7S6)
    • SCOREBOARD (SC-150)
  • BLOG
  • PORTFOLIO
    • PERIODE 2008
  • DOWNLOAD

Archives

All Posts Tagged Tag: ‘sms’

Home / Tag: sms

Sistem peringatan kenaikan suhu menggunakan telepon seluler Comments Off

Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler ini dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 1 Alat yang telah dirakit

Setelah semua tahap perancangan terlampaui, maka tahap berikutnya adalah tahap pengujian serta pembahasan mengenai Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler. Berikut ini adalah pengujian dan pembahasan alat masing-masing blok diagram.

Bahan dan Alat Penelitian

Bahan Penelitian

Pada Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler, bahan penelitian yang digunakan adalah :

  1. Sensor LM35 pada bagian input ADC (Analog to Digital Converter), yang digunakan untuk mendeteksi suhu ruangan.
  2. ADC0804 sebagai pengubah masukan analog dari sensor LM35 digital dengan keluaran 8 bit.
  3. Mikrokontroler AT89S52 sebagai pembaca data 8 bit dari keluaran ADC0804 dan mengkonversi data biner 8 bit yang masuk menjadi bilangan desimal. Mikrokontroler dapat di antarmuka menggunakan  handphone Siemens M35 melalui komunikasi serial dengan baudrate 19200 Bps (Bits per Second).
  4. LCD M1632 adalah penampil yang berkarakter 2 baris dan 16 kolom, sehingga cukup untuk menampilkan data suhu ruangan, metode data yang digunakan pada LCD ini adalah 8 bit sehingga dapat langsung dihubungkan dengan mikrokontroler.
  5. Rangkaian maxim 232 konverter adalah rangkaian pengubah tingkat tegangan handphone ke standar TTL mikrokontroler, dan sebagai pembaca data yang dapat dilihat pada hyperterminal pada windows.
  6. Papan PCB untuk meletakkan komponen-komponen yang akan digunakan.
  7. X-tal (kristal) 11.0592 MHz sebagai pembangkit clock yang digunakan dan sebagai baudrate pada proses pengiriman data serial antara dua mikrokontroler.
  8. Trafo 1A digunakan sebagai catu tegangan untuk rangkaian keseluruhan.
  9. IC regulator 78L05 sebagai regulator tegangan yang menghasilkan tegangan keluaran ±5 Vdc, sebagai catu mikrokontroler dan IC lainnya.
  10. Solder sebagai alat pengujian sensor suhu LM35.

Langkah Penelitian

Untuk memudahkan penelitian yaitu dengan cara membagi rangkaian menjadi beberapa blok atau bagian. Berikut ini adalah blok rangkaian yang akan dirakit dan diteliti.

  1. Perakitan sensor suhu
  2. Perakitan ADC 0804
  3. Sistem minimum mikrokontroler
  4. Penampil LCD
  5. Rangkaian keseluruhan
  6. Perancangan program

Perakitan Sensor Suhu

Dalam perakitan sensor suhu ada 3 langkah yang dijalankan yang pertama pengujian karakteristik sensor LM35, perancangan dan pengujian sensor suhu. Uji karakteristik sensor LM35 dilakukan dengan cara memberikan tegangan sebesar 5 Volt pada LM35, kemudian pin keluaran LM35 dihubungkan ke multimeter untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan dari pemberian suhu pada LM35 dengan cara pemberian es dan solder. Pengujian karakteristik dari LM35 adalah untuk mengetahui kecenderungan secara fisis dari sensor LM35. Berikut ini adalah Gambar 2  blok diagram uji karakteristik sensor LM35.

Gambar 2 Diagram pengujian karakteristik LM35

Sensor LM35 memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya dapat terkalibrasi langsung dalam celcius, sehingga akan memudahkan perancangan pendeteksi suhu ruangan. Tegangan suplai (Vs) LM35 adalah sebesar 5 Volt dengan harapan respon ideal LM35 akan menghasilkan kenaikan suhu 1oC yang memiliki perubahan tegangan setiap kenaikannya sebesar 10 mVolt. Pada penelitian ini ditentukan jangkauan suhu  pengukuran antara 0 oC sampai 128 oC. Dengan demikian maka tegangan keluaran dari LM35 pada penelitian ini adalah :

128°C / 1°C x 10 mV = 1,28 V                                                                       (1)

Dari perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa tegangan untuk mencapai kisaran suhu antara 0 – 128 oC adalah 0 – 1,28 Volt dan tegangan yang diberikan pada LM35 sebesar 5 volt, untuk memindahkan daya ke beban agar bisa maksimal maka ditambahkan resistor sebesar 75 Ohm dan kapasitor sebesar 1 µF. Berikut ini adalah gambar dari rangkaian sensor LM35.

Gambar 3 Rangkaian sensor LM35

Perakitan ADC 0804

Dalam penelitian ini merupakan pengukuran dengan sistem digital sehingga diperlukan sebuah pengubah sinyal analog (ADC) yang merupakan keluaran sensor yang channel in (+). Agar dapat diubah menjadi sinyal digital maka perlu ditentukan spesifikasi ADC yang diperlukan untuk pengukuran suhu dan intensitas cahaya. Hal ini dapat ditentukan secara teoritis dengan menghitung jumlah perubahan bit yang dibutuhkan, yaitu dengan membagi jangkauan pengukuran dengan resolusi pengukuran. Perhitungan tersebut adalah sebagai berikut, terdapat pada persamaan (2).

Pada sensor suhu jumlah perubahan bit  sebanyak 128 kali, sehingga ADC yang dibutuhkan minimal 2n perubahan bit, n merupakan jumlah keluaran digital dari ADC. Dengan demikian ADC yang digunakan mempunyai 8 bit. Untuk mengetahui data suhu yang ditampilkan pada setiap bit-nya yaitu dengan cara sebagai berikut :

Contoh tabel untuk konversi data ke besaran suhu (dengan menggunakan program Microsoft Excel). Karena data desimal maksimal adalah 255 dan suhu maksimal 128, maka data Tabel 1 hasil rentang suhu setiap bit-nya adalah sebagai berikut.

Tabel 1Hasil suhu dalam rentang ADC 8 bit

NO Data adc Hasil rumus
suhu = data adc X 128 / 255
Ratusan Puluhan Satuan 1 angka di belakang koma Hasil rumus (ºC)
1 0 0 0 0 0 0
2 1 0 0 1 5 0.50196
3 2 0 0 1 0 1.00392
… … … … … … …
67 66 0 3 3 1 33.1294
… … … … … … …
256 255 1 2 8 0 128

Setelah mendapatkan jumlah perubahan bit yang dibutuhkan maka dalam pemilihan ADC yang akan digunakan dalam perancangan ini harus mempunyai nilai keluaran 8 bit. Dengan alasan inilah kemudian pemilihan komponen ADC pada penelitian ini adalah ADC tipe 0804 yang memiliki keluaran 8 bit. ADC0804 pada penelitian ini difabrikasi oleh Philips yang memiliki spesifikasi ketepatan ± 1/2 LSB, jangkauan tegangan 0 – 1.28 volt dan catu daya sebesar 5 volt DC. Untuk  mengubah sinyal analog yang berupa tegangan menjadi keluaran digital, maka perlu diketahui tegangan resolusi (VLSB) secara teori dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :

Vlsb = Vreff / (256-1) = 1,28 / 255 = 0,00501 V = 5,01 mV                             (4)

Pada dasarnya ADC0804 tidak dapat mengkonversi secara terus-menerus, sehingga untuk pemecahan masalah ini maka nilai masukan ADC ditahan agar tetap selama melakukan sebuah pengkonversian, sehingga ADC0804 ini dapat bekerja dengan melakukan pengkonversian secara terus-menerus (free running). Untuk membuat mode kerja free running maka harus diketahui terlebih dahulu bagaiman urutan pemberian nilai pada pin RD dan WR serta perubahan nilai pada INTR.

Gambar 4 Rangkaian ADC0804 dengan mode kerja free running

Sistem Minimum Mikrokontroler

Mikrokontroler merupakan komponen utama yang mengendalikan seluruh sistem. Mikrokontroler yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrokontroler keluaran Atmel dengan seri AT89S52. Seri ini merupakan varian baru dari keluarga AT89C51 yang mengalami perubahan prosedur pengisian program. Pada seri ini memiliki fasilitas ISP (In System Programming) yang tidak dimiliki pada seri sebelumnya. Fasilitas ini memungkinkan pengubahan isi program walaupun sistem sedang berjalan.

Untuk bekerja dengan mikrokontroler ini diperlukan beberapa komponen tambahan yang sering disebut dengan sistem minimum. Syarat-syarat tersebut antara lain, sistem clock atau osilator, sistem reset dan sistem ISP.  Pada penelitian ini sistem minimum disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5 Sistem minimum mikrokontroler

Pada Gambar 5 disajikan skema rangkaian minimum mikrokontroler AT89S51/52. Sistem pendukung yang pertama yaitu sistem osilator yang terdiri dari x-tal senilai 11,0592 MHz dan dua buah kapasitor senilai 33 pF. Nilai 11,0592 MHz dipilih dengan pertimbangan untuk menghasilkan nilai baudrate yang tidak terjadi error.

Komunikasi Mikrokontroler dan HP

Untuk berkomunikasi antara mikrokontroler dan HP diperlukan fasilitas komunikasi serial dengan model UART dengan kecepatan 19200 Bps untuk jenis HP Siemens M35. Kecepatan ini akan bervariasi tergantung dari jenis HP yang digunakan. Tingkatan tegangan yang digunakan adalah RS232. Sementara itu mikrokontroler hanya menyediakan fasilitas komunikasi serial UART dengan pin TX, dan Rx dengan tingkat tegangan RS232. Untuk itu diperlukan sebuah sistem adapter yang mampu mengubah tingkat tegangan TTL ke tingkat RS232.

Pada HP Siemens M35 terdapat konektor untuk berkomunikasi dengan piranti luar. Biasanya konektor ini mampu diakses dengan kabel data serial. Umumnya kabel data sudah dilengkapi dengan konverter RS232 untuk itu mikrokontroler memerlukan piranti tambahan yaitu modul konverter dari TTL ke RS232. Pada Gambar 6 disajikan skema rangkaian komunikasi serial RS232.

Gambar 6 Komunikasi RS232

Untuk memenuhi standar komunikasi RS232 diperlukan IC konverter MAX232. IC ini diproduksi oleh Maxim Dallas Semiconductor. Pada IC ini sudah dilengkapi dengan sistem adapter RS232 sehingga tinggal menghubungkan pin T1IN dengan pin TXD dari mikrokontroler pada P3.1, dan menghubungkan pin R1IN dengan pin RXD dari mikrokontroler pada P3.0.

Pada bagian HP sebelum masuk ke terminal harus dikonversi dulu ke tingkat tegangan yang mampu diakses oleh handphone. Umumnya pengkonversian ini sudah otomatis dilakukan oleh kabel data dari handphone tersebut. Model koneksi kabel data untuk HP Siemens M35 digambarkan pada Gambar 7.

Gambar 7 Model kabel data handphone Siemens M35

Pada Gambar 7 disajikan model koneksi kabel data yang kompatibel dengan PC. Berikut ini adalah Gambar 8 terminal port pada HP Siemens M35.

Gambar 8 Terminal port pada HP Siemens M35

Dan pada Tabel 3 terlihat fungsi dari masing-masing terminal HP siemens seri M35.

Tabel 3 Fungsi terminal HP Siemens M35

No Nama Fungsi In/Out
1 GND Ground In/Out
2 SELF SERVICE Recognition / Battery Charger In/Out
3 LOAD Charging Voltage In
4 BATTERY Battery Out
5 DATA OUT Data Send Out
6 DATA IN Data Receive In
7 Z_CLK Recognition / Control Accesoris In
8 Z_DATA Recognition / Control Accesoris In
9 MICG Ground for Microphone In
10 MIC Microphone input In
11 AUD Loudspeaker output Out
12 AUDG Ground for Loudspeaker In/Out

Pada Gambar 8 disajikan koneksi pada HP Siemens M35. Pada konektor ini terdapat 2 pin sebagai jalur komunikasi. Pada koneksi handphone Siemens M35, pin-pin yang ada harus dihubungkan sesuai dengan fungsi terminal masing-masing. Berikut ini adalah Gambar 9 keseluruhan rangkaian konverter data serial M35 ke mikrokontroler AT89S52 dan PC.

Gambar 9 Konverter data serial handphone M35 ke mikrokontroler dan PC

Penampil LCD

LCD merupakan penampil yang digunakan untuk memberikan informasi bagi pengguna alat. LCD ada yang mempunyai satu baris dan ada yang dua baris, LCD satu baris disebut LCD 1 x 16 dan LCD dua baris biasa disebut LCD 2 x 16, 16 menunjukkan banyaknya karakter yang dapat ditampilkan dalam setiap baris. Pada sistem ini digunakan sebagai penampil hasil konversi suhu dalam bentuk desimal.

Pada Gambar 10 merupakan antarmuka LCD 2×16 M1632 dengan menggunakan mode antarmuka 8 bit. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah LCD selalu berada  pada kondisi tulis (Write), dengan menghubungkan pin R/W ke Ground. Hal ini dimaksudkan agar LCD tersebut tidak pernah mengeluarkan data (kondisi baca) yang mana data tersebut akan bertabrakan dengan data komponen lain di jalur bus.

Gambar 10 Penampil LCD

Pin RS pada LCD terhubung dengan P1.0, dimana pin ini berfungsi sebagai register data atau register perintah ke LCD maupun dari LCD. Dimana register data adalah data yang akan ditampilkan dari mikrokontroler, sedangkan register perintah adalah perintah mikrokontroler untuk mengkondisikan LCD. Untuk pin E pada LCD terhubung dengan P1.1 dari mikrokontroler, digunakan sebagai pemberi clock dari mikrokontroler ke LCD setiap kali pengiriman atau pembacaan data.

Potensio 10K yang tampak pada Gambar 10 berfungsi untuk mengatur tegangan pada pin VLCD. Besarnya tegangan pada pin tersebut akan mempengaruhi ketajaman yang tampak pada LCD. Pada pin A terhubung dengan dioda IN4001 yang berfungsi untuk menjaga ada bias balik dari sumber daya, pin A ini berfungsi sebagai Backlight pada penampil LCD, dan  grounding dari Backlight terhubung pada pin K. Backlight ini berfungsi sebagai pembangkit cahaya yang timbul dibelakang LCD, sehingga tampilan dari LCD tersebut akan semakin jelas.

Perakitan Rangkaian Keseluruhan

Setelah mengetahui fungsi dari masing-masing blok diagram, maka saatnya merakit komponen keseluruhan dari Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler. Berikut ini adalah Gambar 11 Rangkaian keseluruhan.

Gambar 11 Rangkaian keseluruhan.

Perancangan Perangkat Lunak Mikrokontroler AT89S52

Diagram Alir

Agar mempermudah dalam penulisan dan pembuatan program, maka langkah awalnya adalah membuat diagram alir (flow chart) dari alat yang akan dibuat. Diagram alir pada Gambar 11 merupakan panduan dalam pembuatan program sehingga hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Inisialisasi komunikasi serial baudrate 19200 Bps

Inisialisasi diperlukan untuk menetapkan satuan kecepatan transfer data atau baudrate, dan jenis pengiriman data antara mikrokontroler dan handphone Siemens M35. Pada alat ini baudrate yang harus digunakan adalah 19200 bit per second (bps), karena komunikasi yang ditetapkan oleh Siemens untuk HP M35 adalah 19200 Bps. Berikut ini adalah listing programnya :

INITIAL:

MOV   SCON,#50H     ;INISIALISASI BAUD RATE 19200

MOV   TMOD,#20H

Mov   87h,#80h

MOV   TH1,#0FdH

SETB  TR1

RET

  1. Mikrokontroler sebagai pembaca sensor suhu melalui ADC

Subrutin program ini digunakan untuk membaca data ADC melalui Port 2 mikrokontroler, kemudian mengkonversi data ADC yang masih dalam bilangan biner ke desimal. Berikut ini listing programnya :

;mengambil data adc

;simpan ke accumulator

;======================================================

BACA_ADC:

SETB   WRI

SETB   RE

CALL   DELAY1

CLR    WRI

CALL   DELAY1

SETB   WRI

JB ITR,$

CALL   DELAY1

CLR    RE

MOV    A,P2

MOV    DATAADC,A

SETB   RE

RET

;konversi ke desimal 3 digit

;======================================================

Bin2Dec:

mov b,#100d

div ab

mov ratusan_100,a

mov a,b

mov b,#10d

div ab

mov puluhan_10,a

mov satuan_1,b

ret

  1. Mikrokontroler menampilkan data suhu ke LCD

Subrutin program ini digunakan untuk menampilkan data ADC melalui Port 0 mikrokontroler, data yang disimpan di RAM internal dipindahkan ke akumulator untuk ditampilkan ke LCD. Penampilan data suhu secara berurutan mulai dari bilangan ratusan, puluhan, satuan, dan satu angka dibelakang koma. Berikut ini listing programnya :

;konversi data adc ke lcd

;======================================================

Displayadc_1:

mov r1,#0c4h

call tulis_inst

mov DPTR,#ratusan   ; DPTR = [ ratusan ]

mov A,DataADC        ; A = [DataADC]

movc A,@A+DPTR       ; A = [A+DPTR]

mov DPTR,#datane

movc A,@A+DPTR

mov P0,A             ; P0 = A

mov r1,a

call tulis_data

mov r1,#0c5h

call tulis_inst

mov DPTR,#puluhan

mov A,DataADC

movc A,@A+DPTR

mov DPTR,#datane

movc A,@A+DPTR

mov P0,A

mov r1,a

call tulis_data

call delay

mov r1,#0c6h

call tulis_inst

mov DPTR,#satuan

mov A,DataADC

movc A,@A+DPTR

mov DPTR,#datane

movc A,@A+DPTR

mov P0,A

mov r1,a

call tulis_data

mov R1,#0c7h

call tulis_inst

mov R1,#’,’

call tulis_data

mov R1,#0c8h

call tulis_inst

mov DPTR,#koma      ; dptr = [ koma ]

mov A,DataADC

movc A,@A+DPTR

mov DPTR,#datane

movc A,@A+DPTR

mov P0,A              ; P0 = A

mov r1,a

call tulis_data

mov R1,#0c9h

call tulis_inst

mov R1,#’ ‘

call tulis_data

mov R1,#0cah

call tulis_inst

mov R1,#0DFH

call tulis_data

mov R1,#0cbh

call tulis_inst

mov R1,#’C’

d. Mikrokontroler mengirimkan pesan melalui pin TX (Port 3.1)

; rutin pengiriman sms

;======================================================

send_sms:

mov dptr,#smssend ;baca sms

acall kirim_data   ;kirim perintah

tunggus:

acall terima_data

cjne a,#’>’,tunggus     ;tunggu karakter >

call tunda_long

mov dptr,#sms_center    ;kirim no sms center

mov r0,#6

berulang1a:

clr a

movc a,@a+dptr

acall kirim_serial

inc dptr

djnz r0,berulang1a

mov r0,70h         ;jumlah no hp

mov a,r0

add a,#2

mov r0,a

mov r1,#30h        ;alamat awal no hp

berulang2a:

clr a

mov a,@r1

acall kirim_serial

inc r1

djnz r0,berulang2a

mov dptr,#ref_sms ;kirim no refferensi smsm

mov r0,#4          ;’0000′

berulang3a:

clr a

movc a,@a+dptr

acall kirim_serial

inc dptr

djnz r0,berulang3a

mov a,22h

Tabel 4 Pengujian Sensor Suhu LM35

SuhuTerukur

Jml Pengujian

Vout LM35

30 °C 40 °C 50 °C 75 °C 85 °C 95 °C 100 °C
1 0,30 0,39 0,52 0,72 0,83 0,95 0,99
2 0,30 0,40 0,49 0,73 0,84 0,93 0,99
3 0,30 0,39 0,49 0,77 0,84 0,94 0,99
4 0,29 0,39 0,49 0,75 0,84 0,93 0,98
5 0,30 0,39 0,51 0,74 0,83 0,93 0,99
6 0,30 0,40 0,51 0,73 0,86 0,93 0,10
7 0,29 0,41 0,51 0,76 0,86 0,94 0,99
8 0,30 0,39 0,52 0,77 0,87 0,94 0,99
9 0,30 0,39 0,49 0,77 0,88 0,94 0,99
10 0,30 0,39 0,49 0,76 0,87 0,93 0,99
0,298 0,394 0,502 0.75 0,852 0,936 0,9

Dari hasil pengujian Tabel 4 diperoleh hasil rerata pengujian tegangan keluaran sensor suhu LM35 dari tiap pengukuran suhu.

Membandingkan Data ADC dengan Suhu Kamar

Program pembanding data ADC adalah untuk membandingkan nilai suhu kamar yang terdeteksi dengan suhu  (29 – 32 °C). Nilai data ADC untuk suhu 33 °C yang mengacu pada Tabel 1 adalah 66. Berikut ini adalah Gambar 12 diagram alir pembanding data ADC dengan suhu kamar (29 – 32 °C).

Gambar 12 Diagram alir pembanding data ADC dengan suhu kamar (29 – 32 °C)

Dari keterangan Gambar 12 dapat dijelaskan bahwa, pertama kali menghapus nilai carry yaitu bit pengurangan.  Kemudian program akan melakukan pengisian data ADC yang terdeteksi ke accumulator, setelah itu nilai R0 diisi dengan 66 desimal yang berarti 33 °C. Setelah itu program akan mengurangkan register 0 dengan data ADC yang terdeteksi. Misal data ADC yang terdeteksi adalah 66 maka 66 – 66 = 0 hasilnya adalah positif nilai bit carry akan bernilai 1 jika hasil pengurangan ini positif, berarti suhu kamar sama dengan 33 °C. Sedangkan jika nilai ADC terdeteksi  57, maka 57 – 66  = -9, hasil negatif ini akan membuat  bit carry bernilai 0 dan melakukan program selanjutnya atau artinya suhu kamar kurang dari 33 °C, kemudian akan menampilkan data 57d yang berarti 29 °C.

Pengujian Sistem

Pengujian sistem dilakukan dengan cara memasang HP M35 dan rangkaian secara keseluruhan. Pengujian ini dilakukan dengan cara mendekatkan sensor LM35 ke sumber panas solder. Untuk menghitung error dari hasil pengujian, maka dilakukan pengukuran suhu dengan termometer digital Berikut ini Gambar 13 cara pengujian alat.

Gambar 13 Cara pengujian alat

Dan hasil dari pengujian sistem ditunjukkan pada Tabel 5 pengujian sistem secara keseluruhan.

Tabel 5 Pengujian sistem pada sumber panas solder dengan pengulangan 10 X

No Keadaan

LED indikator

Status SMS

ke Nomor tujuan

(+622748229878)

Isi SMS Suhu terukur

alat

(°C)

Suhu termometer

(°C)

Error

tiap pengukuran

(%)

1 Menyala Terkirim Suhu kamar = 35 Derajat Celcius ! 35 34,5 0,014
2 Menyala Terkirim Suhu kamar = 35 Derajat Celcius ! 35 34,5 0,014
3 Menyala Terkirim Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! 36 35,5 0,014
4 Menyala Terkirim Suhu kamar = 37 Derajat Celcius ! 37 36 0,027
5 Menyala Terkirim Suhu kamar = 39 Derajat Celcius ! 39 38 0,026
6 Menyala Terkirim Suhu kamar = 40 Derajat Celcius ! 40 39 0,025
7 Menyala Terkirim Suhu kamar = 38 Derajat Celcius ! 38 37 0,027
8 Menyala Terkirim Suhu kamar = 37 Derajat Celcius ! 37 36,5 0,013
9 Menyala Terkirim Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! 36 35 0,028
10 Menyala Terkirim Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! 36 35,5 0,014
0,020

Dari hasil Tabel 5 terlihat bahwa pengujian dilakukan sebanyak 10 kali, dan diperoleh error rerata pada masing-masing percobaan adalah 0,020 %, kemudian mikrokontroler akan menyalakan LED indikator dan mengirimkan pesan singkat yang berisi memberi peringatan bahwa suhu kamar di atas 33 derajat celcius ke nomor tujuan (+622748229878). Serta menampilkan suhu yang terdeteksi pada saat itu ke penampil LCD M1632.

DOWNLOAD PROGRAM

Posted on: 06-7-2010
Posted in: Application

SMS WARNING Ketinggian Permukaan Air Comments Off

sistem Water Level Warning melalui Short Message Service (SMS) Berbasis Mikrokontroler ini dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1  Foto alat

Bahan dan Alat Penelitian

Pada penelitian Water Level Warning Melalui Short Message Service Berbasis Mikrokontroler ini memerlukan beberapa bahan dan alat. Bahan penelitian terdiri dari komponen-komponen yang akan dirakit, sedangkan alat penelitian terdiri dari perangkat-perangkat yang mendukung dalam pembuatan alat ini. Perangkat-perangkat ini terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras, perangkat lunak digunakan pada perancangan skema rangkaian dan board PCB serta pada pemrograman mikrokontroler AT89S52 sedangkan perangkat keras digunakan pada pengujian-pengujian alat pada setiap blok-blok rangkaian yang tersusun untuk membentuk suatu sistem pengaman.

Bahan Penelitian

Pada water level warning system melalui short message service berbasis mikrokontroler ini, bahan penelitian yang digunakan adalah :

  1. Sensor air digunakan pada bagian input mikrokontroler, yaitu sebagai pendeteksi air dalam mengukur tinggi permukaan air.
  2. Rangkaian max232 konverter adalah rangkaian pengubah level tegangan handphone ke standar TTL mikrokontroler, dan sebagai pembaca data yang dapat dilihat pada hyperterminal pada windows.
  3. Mikrokontroler sebagai pembaca masukan 4 buah sensor laser dan dapat di antarmuka dengan handphone Siemens M35 melalui serial komunikasi dengan baudrate 19200 Bps (Bits per Second).
  4. Papan PCB untuk meletakkan komponen-komponen yang akan digunakan.
  5. X-tal (kristal) 11.0592 MHz sebagai pembangkit clock yang digunakan sebagai baudrate pada proses pengiriman data serial antara dua mikrokontroler.
  6. Trafo 1A digunakan sebagai catu tegangan untuk rangkaian keseluruhan.
  7. IC regulator 78L05 sebagai regulator tegangan yang menghasilkan tegangan keluaran ±5 Vdc, sebagai catu mikrokontroler dan IC lainnya.
  8. Resistor, kapasitor, dioda.

Langkah Penelitian

Pada dasarnya alat ini merupakan suatu rangkaian yang terdiri atas beberapa bagian, yaitu terdiri dari bagian sensor, dan bagian pemroses yaitu bagian pembaca output sensor laser bagian penerima, bagian pengirim sinyal pesan. Semua rangkaian itu akan membentuk suatu sistem komunikasi antara mikrokontroler dengan handphone siemens seri M35 dengan baudrate 19200 Bps. Untuk memudahkan penelitian yaitu dengan cara membagi rangkaian-rangkaian menjadi beberapa bagian seperti, rangkaian sensor, sistem minimum mikrokontroler, rangkaian CMOS ke TTL converter.

Sensor Air

Sensor adalah tranduser atau alat yang mengubah dari besaran satu kebesaran lain. Khususnya dalam perancangan alat ini digunakan untuk mendeteksi ketinggian level air pada bibir sungai air. Dalam hal ini sensor digunakan untuk mengubah ketinggian level air menjadi besaran listrik. Pada perancangan alat digunakan dua buah sensor aktif high, artinya pada keadaan awal sensor akan mengeluarkan output low, apabila sensor menyentuh air (aktif) output akan berlogika higgh. Prinsip kerja sensor ini sederhana, sensor terbuat dari dua buah plat konduktor yang dipisahkan dengan jarak 5mm atau sesuai disesuaikan dengan daya hantar air. Sensor diberi pull down untuk pengkondisian awal berlogika low.

Gambar 2 Rangkaian sensor air

Resistansi air dapat digunakan sebagai pemberi tegangan ke basis transistor. Dengan kondisi seperti itu maka akan kita dapatkan sebuah sensor pendeteksi air. Resistansi air dideteksi menggunakan sepasang ujung probe berbahan logam dengan panjang sekitar 2 cm serta diletakan secara sejajar sejauh 1 cm. Dengan kondisi seperti ini resistansi air tanah adalah dalam orde kilo ohm.

Sistem Minimum Mikrokontroler

Mikrokontroler merupakan komponen utama yang mengendalikan seluruh sistem. Mikrokontroler yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrokontroler keluaran Atmel dengan seri AT89S52. Seri ini merupakan varian baru dari keluarga AT89C52 yang mengalami perubahan prosedur pengisian program. Pada seri ini memiliki fasilitas ISP (In System Programming) yang tidak dimiliki pada seri sebelumnya. Fasilitas ini memungkinkan pengubahan isi program walaupun sistem sedang berjalan.

Untuk bekerja dengan mikrokontroler ini diperlukan beberapa komponen tambahan yang sering disebut dengan sistem minimum. Syarat-syarat tersebut antara lain, sistem clock atau osilator, sistem reset dan sistem ISP.  Pada penelitian ini sistem minimum disajikan pada Gambar 3.

Gambar 3 Sistem minimum mikrokontroler

Komunikasi Mikrokontroler dan HP

Untuk berkomunikasi antara mikrokontroler dan HP diperlukan fasilitas komunikasi serial dengan model UART dengan kecepatan 19200 bps untuk jenis HP Siemens M35. Kecepatan ini akan bervariasi tergantung dari jenis HP yang digunakan. Level tegangan yang digunakan adalah RS232. Sementara itu mikrokontroler hanya menyediakan fasilitas komunikasi serial UART dengan pin TX, dan Rx dengan level tegangan RS232. Untuk itu diperlukan sebuah sistem adapter yang mampu mengubah level tegangan TTL ke level RS232.

Pada HP Siemens M35 terdapat konektor untuk berkomunikasi dengan piranti luar. Biasanya konektor ini mampu diakses dengan kabel data serial. Umumnya kabel data sudah dilengkapi dengan konverter RS232 untuk itu mikrokontroler memerlukan piranti tambahan yaitu modul konverter dari TTL ke RS232. Pada Gambar 4 disajikan skema rangkaian komunikasi serial RS232.

Gambar 4 Komunikasi RS232

Untuk memenuhi standar komunikasi RS232 diperlukan IC konverter MAX232. IC ini diproduksi oleh maxim dallas semiconductor. Pada IC ini sudah dilengkapi dengan sistem adapter RS232 sehingga tinggal menghubungkan pin T1IN dengan pin TXD dari mikrokontroler pada P3.1, dan menghubungkan pin R1IN dengan pin RXD dari mikrokontroler pada P3.0.

Pada bagian HP sebelum masuk ke terminal harus dikonversi dulu ke level tegangan yang mampu diakses oleh handphone. Umumnya pengkonversian ini sudah otomatis dilakukan oleh kabel data dari handphone tersebut. Model koneksi kabel data untuk HP Siemens M35 di gambarkan pada Gambar 5.

Gambar 5 Model kabel data handphone Siemens M35

Pada Gambar 6 disajikan model koneksi kabel data yang kompatibel dengan PC. Pada Gambar 7 disajikan koneksi pada HP Siemens M35. Pada konektor ini terdapat 2 pin sebagai jalur komunikasi. Pada koneksi handphone Siemens M35, pin-pin yang ada harus dihubungkan sesuai dengan fungsi terminal masing-masing. Adapun fungsi masing-masing terminal disajikan pada tabel 3.1

Gambar 6 Terminal port pada HP Siemens M35

Tabel 1 Fungsi terminal HP Siemens M35

No Nama Fungsi In/Out
1 GND Ground In/Out
2 SELF SERVICE Recognition / Battery Charger In/Out
3 LOAD Charging Voltage In
4 BATTERY Battery Out
5 DATA OUT Data Send Out
6 DATA IN Data Receive In
7 Z_CLK Recognition / Control Accesoris In
8 Z_DATA Recognition / Control Accesoris In
9 MICG Ground for Microphone In
10 MIC Microphone input In
11 AUD Loudspeaker output Out
12 AUDG Ground for Loudspeaker In/Out

Light Emiting Diode ( LED )

Merupakan suatu bahan semikonduktor yang dibuat sedemikian rupa untuk dapat memancarkan cahaya bila dialiri arus yang cukup. Dewasa ini LED banyak digunakan untuk menggantikan lampu-lampu pijar karena konsumsi dayanya yang rendah, umurnya yang relatif lama dan switching hidup matinya cepat. Alat water level warning system melalui short message service berbasis mikrokontroler ini menggunakan enam buah LED, yaitu masing-masing tiga buah dipasang pada rangkaian sistem kontrol dan tiga buah dipasang pada rangkaian sensor air. LED pada sistem kontrol dan rangkaian sensor air yaitu sama-sama berfungsi sebagai penanda tinggi permukaan air.

Perancangan Perangkat Lunak Mikrokontroler AT89S52

Diagram Alir

Agar mempermudah dalam penulisan dan pembuatan program, maka langkah awalnya adalah membuat diagram alir (flow chart) dari alat yang akan dibuat. Diagram alir ini merupakan panduan dalam pembuatan program sehingga hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Inisialisasi komunikasi serial baudrate 19200 Bps

Inisialisasi diperlukan untuk menetapkan satuan kecepatan transfer data atau baudrate, dan jenis pengiriman data antara mikrokontroler dan handphone Siemens M35. Pada alat ini baudrate yang harus digunakan adalah 19200 bit per second (bps), karena komunikasi yang ditetapkan oleh Siemens untuk HP M35 adalah 19200 Bps. Berikut ini adalah listing programnya :

INITIAL:

MOV   SCON,#50H     ;INISIALISASI BAUD RATE 19200

MOV   TMOD,#20H

Mov   87h,#80h

MOV   TH1,#0FdH

SETB  TR1

RET

  1. Mikrokontroler sebagai pembaca keluaran sensor air

Perancangan program mikrokontroler sebagai sarana input dari sensor air yaitu mikrokontroler terus-menerus mengecek keadaan port yang terhubung dengan sensor air. Mikrokontroler mendeteksi logika apakah berlogika ’0’ pada pin yang terhubung pada penerima laser adalah P2.0 – P2.3. Setelah mengetahui port 2.0 / port 2.1 / port 2.2 / port 2.3 berlogika ’0’ maka mikrokontroler akan mengeluarkan data melalui pin TXD ke bagian konversi CMOS untuk mengirimkan pesan ke nomor tujuan yang telah ditentukan. Listing programnya sebagai berikut :

MULAI:

mov           flag_sms,#00h

MOV         P0,#0FFH

clr  lampu_1

ACALL    INITIAL                                 ;INISIALISASI BAUT RATE 19200

call tunda_long

setb            lampu_1

call tunda_long

clr  lampu_1

ACALL    HAPUS_INBOX

ACALL    MODE_STANBY                  ;KIRIM PERINTAH MODE STANBY

call tunda_long

setb            lampu_1

jmp            cek_sensor_1

cek_sensor_1:

JB  SENSOR_1,cek_sensor_2

CLR          LAMPU_1

mov           flag_sms,#01h

ACALL    TUNDA_LONG

ACALL    SEND_SMS

JMP           MULAI

cek_sensor_2:

JB  SENSOR_2,cek_sensor_3

CLR          LAMPU_2

mov           flag_sms,#02h

ACALL    TUNDA_LONG

ACALL    SEND_SMS

JMP           MULAI

cek_sensor_3:

JB  SENSOR_3,cek_sensor_1

CLR          LAMPU_3

mov           flag_sms,#03h

ACALL    TUNDA_LONG

ACALL    SEND_SMS

JMP           MULAI

;—————————

; RUTIN PENGIRIMAN SMS

;—————————

SEND_SMS:

MOV         DPTR,#SMSSEND                ;BACA SMS

ACALL    KIRIM_DATA                       ;KIRIM PERINTAH

TUNGGUS:

ACALL    TERIMA_DATA

CJNE        A,#’>’,TUNGGUS                  ;TUNGGU KARAKTER >

ACALL    TUNDA_LONG

MOV         DPTR,#SMS_CENTER         ;KIRIM NO SMS CENTER

MOV         R0,#6

BERULANG1A:

CLR          A

MOVC      A,@A+DPTR

ACALL    KIRIM_SERIAL

INC           DPTR

DJNZ        R0,BERULANG1A

JMP           KIRIM_1

kirim_1:

MOV         DPTR,#NOMOR_HP_1        ;KIRIM NOMOR TUJUAN

MOV         R0,#18

ulang_1:

CLR          A

MOVC      A,@A+DPTR

CALL       KIRIM_SERIAL

INC           DPTR

DJNZ        R0,ulang_1

Acall          tunda_long

MOV         DPTR,#REF_SMS                 ;KIRIM NO REFFERENSI SMSM

MOV         R0,#6                          ;’000000′

BERULANG3A:

CLR          A

MOVC      A,@A+DPTR

ACALL    KIRIM_SERIAL

INC           DPTR

DJNZ        R0,BERULANG3A

ACALL    TUNDA_LONG

MOV         A,flag_sms

flag_1:

CJNE        A,#01,flag_2

ACALL    ISI_SMS_1

JMP           DONE

flag_2:

CJNE        A,#02,flag_3

ACALL    ISI_SMS_2

JMP           DONE

flag_3:

CJNE        A,#03,flag_1

ACALL    ISI_SMS_3

JMP           DONE

;——————————–

DONE:

MOV         A,#1AH                                  ;DONE

ACALL    KIRIM_SERIAL

TUNGGUU:

ACALL    TERIMA_DATA

CJNE        A,#’K',TUNGGUU

ACALL    TUNDA_LONG

RET

Pengujian Sensor Air

Tahap berikutnya adalah pengujian sensor air, yaitu melakukan pengujian terhadap tegangan sensor yang dilakukan pengukuran pada saat sensor tidak terkena air dan sensor terkena air. Pengujian atau pengukuran ini dilakukan dengan cara menghubungkan multimeter analog pada bagian tegangan melalui empat titik / tahap . Pada saat sensor tidak terkena air pengukuran dilakukan dengan proses empat titik / tahap yaitu titik 1, titik 2, titik 3 dan titik 4 yang masing-masing untuk mengukur arus tiap komponen yang ada pada rangkaian sensor air. Begitu juga pada saat sensor terkena air proses pengukurannya pun sama yaitu melalui empat titik / tahap.

Berikut ini Tabel 2 pengujian sensor air yang tidak terkena air dan yang terkena air.

Tabel 2 Pengujian sensor yang tidak terkena air

No Pengukuran

Titik 1

(Volt)

Pengukuran

Titik 2

(Volt)

Pengukuran

Titik 3

(Volt)

Pengukuran

Titik 4

(Volt)

1 0,15 4,9 4,2 5
2 0,15 4,9 4,2 5
3 0,15 4,9 4,2 5
4 0,15 4,9 4,2 5
5 0,15 4,9 4,2 5
6 0,15 4,9 4,2 5
7 0,15 4,9 4,2 5
8 0,15 4,9 4,2 5
9 0,15 4,9 4,2 5
10 0,15 4,9 4,2 5
0,15 4,9 4,2 5

Tabel 3 Pengujian sensor yang  terkena air

No Pengukuran

Titik 1

(Volt)

Pengukuran

Titik 2

(Volt)

Pengukuran

Titik 3

(Volt)

Pengukuran

Titik 4

(Volt)

1 0,76 0,2 0,75 5
2 0,76 0,2 0,75 5
3 0,76 0,2 0,75 5
4 0,76 0,2 0,75 5
5 0,76 0,2 0,75 5
6 0,76 0,2 0,75 5
7 0,76 0,2 0,75 5
8 0,76 0,2 0,75 5
9 0,76 0,2 0,75 5
10 0,76 0,2 0,75 5
0,76 0,2 0,75 5

DOWNLOAD PROGRAM

Rangkaian Keseluruhan

Posted on: 06-7-2010
Posted in: Application

Pengendalian Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler (Lanjutan 1) Comments Off

Koneksi HP

Pengujian terhadap konektivitas HP dilakukan dengan menggunakan soft ware hyper terminal dari windows. Yang perlu diperhatikan adalah setting baud rate yang digunakan. HP Siemens C35 / M35 memiliki baud rate 19200 bps. Berikut ini adalah gambar software hyper terminal ketika mikrokontroler direset :

Gambar Mikrokontroler direset

Perintah pertama yang diberikan adalah AT+CMGD =1 yang artinya menghapus lokasi inbox sms no 1 pada handphone. Setelah itu mikrokontroler mengirimkan kode AT+CNMI=1,1 yang artinya mengirimkan mode stand-by ke HP agar dapat menerima SMS.

Setelah ada SMS yang masuk, maka perintah yang kedua adalah ‘AT+CMGR=1’ perintah ini digunakan untuk membaca inbox HP pada lokasi memory no 1. Kemudian perintah yang ketiga adalah ‘AT+CMGS=30’ yang artinya mengirim SMS balasan ke nomor pengirim yang pada Gambar terlihat nomor pengirim adalah 0D91261808624919F8.

Gambar Mikrokontroler membaca dan mengirim SMS balasan

Data ini merupakan data PDU yang terdiri dari beberapa header. Header-header tersebut adalah:

· 0D = No pengirim/penerima berjumlah 13 angka.

· 91261808624919F8 = No HP penerima, dan bila diartikan nomornya adalah 6281802694918.

· = Bentuk SMS yang terima dalam format SMS biasa.

· = Skema encoding yang dipakai 7 bit

· 09CC18E8E904096153 = Isi balasan SMS, bila diartikan menjadi ‘L1 ON BOS’

Perintah yang ke-empat setelah tanda panah adalah ‘AT+CMGD=1’ perintah ini digunakan untuk menghapus inbox pada lokasi pertama. Jika perintah ini berhasil, maka respon HP adalah ‘OK’.

Tanggapan Sistem

Pengujian tanggapan sistem alat dilakukan dengan memasang HP M35 dan rangkaian secara keseluruhan. Pengujian dilakukan dengan memberikan perintah yang dikirim dengan SMS melalui nomor XL 081802694918. Adapun perintah-perintahnya sebagai berikut:

a. DTE 1 ON = Perintah ini digunakan untuk menyalakan lampu 1

Tabel 4.3 Hasil percobaan SMS menghidupkan lampu 1

No

Kata Kunci

Pengirim

SMS Balasan

Keadaan Lampu 1

Keterangan

1

DTE 1 ON

L1 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

2

DTE 1 ON

L1 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

3

DTE 1 ON

L1 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

4

DTE 1 ON

L1 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

5

DTE 1 ON

L1 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

b. DTE 2 ON = Perintah ini digunakan untuk menyalakan lampu 2

Tabel 4.4 Hasil percobaan SMS menghidupkan lampu 2

No

Kata Kunci

Pengirim

SMS Balasan

Keadaan Lampu 2

Keterangan

1

DTE 2 ON

L2 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

2

DTE 2 ON

L2 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

3

DTE 2 ON

L2 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

4

DTE 2 ON

L2 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

5

DTE 2 ON

L2 OK BOS

Menyala

Sesuai Setting

c. DTE 1 OFF = Perintah ini digunakan untuk memadamkan lampu 1

Tabel 4.5 Hasil percobaan SMS memadamkan lampu 1

No

Kata Kunci

Pengirim

SMS Balasan

Keadaan Lampu 1

Keterangan

1

DTE 1 OFF

L1 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

2

DTE 1 OFF

L1 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

3

DTE 1 OFF

L1 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

4

DTE 1 OFF

L1 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

5

DTE 1 OFF

L1 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

d. DTE 2 OFF = Perintah ini digunakan untuk memadamkan lampu 2

Tabel 4.6 Hasil percobaan SMS memadamkan lampu 2

No

Kata Kunci

Pengirim

SMS Balasan

Keadaan Lampu 2

Keterangan

1

DTE 2 OFF

L2 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

2

DTE 2 OFF

L2 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

3

DTE 2 OFF

L2 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

4

DTE 2 OFF

L2 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

5

DTE 2 OFF

L2 OFF BOS

Padam

Sesuai Setting

e. CEK STATUS = Untuk mengecek keadaan lampu 1 dan lampu 2 yang sangat tergantung pembacaan sensor cahaya yang dipasang di dekat lampu.

Tabel Hasil percobaan SMS Cek Status

No

Kata Kunci

Pengirim

Keadaan Lampu

SMS Balasan

Ket

1

2

1

CEK STATUS

Padam

Padam

L1 OFF, L2 OFF

Sesuai Setting

2

CEK STATUS

Menyala

Padam

L1 ON, L2 OFF

Sesuai Setting

3

CEK STATUS

Padam

Menyala

L1 OFF, L2 ON

Sesuai Setting

4

CEK STATUS

Menyala

Menyala

L1 ON, L2 ON

Sesuai Setting

Setelah pengujian-pengujian terhadap kata kunci dari setiap keadaan yaitu DTE 1 ON, DTE 2 ON, DTE 1 OFF, DTE 2 OFF, dan CEK STATUS. Dari pengujian pada tiap-tiap kata kunci kode SMS, maka diperoleh hasil respon SMS alat semuanya sesuai setting, berarti persentase keberhasilan alat ini dalam mengeksekusi perintah dan membalas SMS ke pengirim adalah 100 %.

PROGMAN Pengendalian Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler

Posted on: 02-3-2009
Posted in: Application

Pengendalian Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler (Lanjutan) Comments Off

Perancangan Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang dibangun menggunakan bahasa asembler, didasarkan pada flow chart yang telah disusun pada Gambar. Beberapa potongan program yang digunakan untuk menangani sistem adalah sebagai berikut.

Untuk memberikan mode stand-by ke HP maka harus dikirim perintah AT+CNMI=1,1. Perintah ini dikirim ke HP dengan transfer data serial, potongan program berikut mengilustrasikan pengiriman data tersebut.

;———————

; AKTIVASI MODE STANBY

;———————

MODE_STANBY:


MOV DPTR,#PESAN ;KIRIM PERINTAH ‘AT+CNMI=1,1′

LAGI2:

CLR A ;RESET ACC

MOVC A,@A+DPTR ;AMBIL KARAKTER DARI TABEL

CLR TI ;AKTIVASI KIRIM SERIAL

MOV SBUF,A ;KELUARKAN DATA DARI ACC KE BUFFER

JNB TI,$ ;KIRIM SERIAL

INC DPTR ;NAIKKAN PENUNJUK TABEL

CJNE A,#00,LAGI2 ;TUNGGU SEMUA KARAKTER SELESAI

RET

;—————————————

PESAN:

DB ‘AT+CNMI=1,1′,13,10

DB 0

Jika ada SMS yang masuk, maka sistem akan membaca isi SMS dengan memberikan perintah AT+CMGR=1. Potongan program berikut digunakan untuk membaca isi SMS pada alamat 1.

;——————–

;SUB RUTIN BACA SMS

;——————–

BACA_SMS:

MOV DPTR,#SMSREAD ;BACA SMS

ACALL KIRIM_DATA ;KIRIM PERINTAH ‘AT+CMGR=1′

RET

Isi sms akan diproses apakah sesuai dengan kata kunci atau tidak, jika sesuai dengan kata kunci maka perintah akan dieksekusi. Jika terjadi error maka sistem akan memberikan SMS balasan ke user. Untuk membandingkan data SMS yang masuk dengan kata kunci maka digunakan potongan program berikut.

BANDING:

MOV DPTR,#L1ON ;AMBIL CODE PDU ‘DTE 1 ON’

MOV R0,#16 ;BANDNGKAN 12X

ACALL BANDING_KATA

JB 20H,DATA_BEDA2 ;JIKA BEDA LOMPAT KE LABEL

MOV 21H,#01 ;FLAG UNTUK ‘DTE 1 ON’

CLR LAMPU1

JMP SSS

DATA_BEDA2:

MOV DPTR,#L2ON ;BANDINGKAN APAKAH DATA

MOV R0,#16 ;’DTE 2 ON’?

ACALL BANDING_KATA

JB 20H,DATA_BEDA3

MOV 21H,#02 ;FLAG UNTUK ‘DTE 2 ON’

CLR LAMPU2

JMP SSS

;——————————–

L1ON: DB ’08446A1114033D9D’

L2ON: DB ’08446A1124033D9D’

L1OFF: DB ’09446A1114033D8D46′

L2OFF: DB ’09446A1124033D8D46′

Perancangan Kode SMS

Untuk memberikan perintah ke sistem, tidak semua SMS mampu dikenali oleh sistem. Hanya SMS tertentu yang sudah disesuaikan yang mampu dikenali oleh sistem. Berbagai rancangan kode-kode SMS disajikan pada Tabel berikut ini.

Rancangan Kode SMS

No

Isi SMS

Status

Kegunaan

1

DTE 1 ON

Valid

Menyalakan lampu 1

2

DTE 2 ON

Valid

Menyalakan lampu 2

3

DTE 1 OFF

Valid

Memadamkan lampu 1

4

DTE 2 OFF

Valid

Memadamkan lampu 2

5

CEK STATUS

Valid

Melihat status lampu 1 & 2

6

Lampu 1 on

Invalid

Pesan error (UNKNOW COMMAND)

7

Lampu 2 on

Invalid

Pesan error (UNKNOW COMMAND)

Pada Tabel diatas menunjukkan perintah-perintah yang bisa dikenali. Mikrokontroler membaca isi SMS dan mikrokontroler hanya mengenali isi SMS yang menggunakan karakter huruf besar atau yang sesuai dengan kata kunci yang sesuai valid (pada program). Jika menggunakan karakter biasa mikrokontroler menganggap sebagai SMS ilegal.

Hasil perancangan sistem Pengendalian Peralatan Lampu Listrik Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler ini dapat dilihat pada Gambar

Gambar Rangkaian alat keseluruhan

SELANJUTNYA……..

Posted on: 02-2-2009
Posted in: Application

Pengendalian Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler Comments Off

Sekarang telah banyak alat pengendali lampu listrik jarak jauh menggunakan remote dengan media infra merah maupun gelombang, namun masih jarang yang dapat mengendalikan peralatan lampu listrik jika berada di tempat yang jauh dengan memanfaatkan fasilitas provider GSM. Maka perancangan pengendalian lampu listrik jarak jauh ini mencoba menggunakan fasilitas SMS pada telepon seluler, yang diharapkan dapat mengendalikan dan memantau peralatan lampu listrik dari jarak jauh dari daerah manapun asal masih terjangkau sinyal operator GSM.

  • Diagram Kotak Perangkat Keras

Sistem kendali lampu dengan media SMS ini, dirancang berdasarkan berbasis mikrokontroler AT89S51. Gambar menunjukkan blok diagram dari alat ini.

Blok diagram sistem

Pada Gambar ditunjukkan diagram kotak sistem secara keseluruhan. HP Siemens M35 digunakan sebagai Gateway SMS. HP dengan mikrokontroler terhubung dengan menggunakan kabel data yang memanfaatkan komunikasi serial RS232. Jenis komunikasi yang digunakan adalah model UART.

Mikrokontroler mempunyai peran sebagai basis sistem. Mikrokontroler akan membaca dan berkomunikasi dengan HP, kemudian mengendalikan lampu dengan bantuan driver relai, serta membaca sensor yang telah dilewatkan sebuah komparator.

Driver dipasang bertujuan untuk mengendalikan lampu yang bekerja pada tegangan AC/220V. Hal ini mutlak diperlukan karena mikrokontroler hanya bekerja pada level tegangan TTL dan CMOS, sehingga tidak mampu secara langsung mengendalikan lampu.

Sensor yang berupa fototransistor digunakan untuk mengubah kondisi cahaya ke dalam besaran listrik. Agar sensor yang bersifat analog mampu dibaca oleh mikrokontroler yang bersifat digital sehingga perlu dipasang sebuah komparator. Komparator ini bertugas untuk membandingkan kondisi sensor yang masuk ke pin (+) op-amp dengan tegangan referensi pada pin (-) op-amp ketika gelap atau terang dan mengubahnya menjadi logika digital pada pin output-nya. Sedangkan gerbang not 74LS14 yang mempunyai kemampuan trigger pulsa masukan dan pada data sheet keluaran dari IC ini sudah standar TTL sehingga dapat langsung dihubungkan dengan mikrokontroler. Gerbang not 74LS14 juga digunakan untuk membalik keadaan tegangan input sehingga pada saat input high maka keluarannya akan bernilai low.

  • Komunikasi mikrokontroler dan HP

Untuk berkomunikasi antara mikrokontroler dan HP diperlukan fasilitas komunikasi serial dengan model UART dengan kecepatan 19200bps untuk jenis HP Siemens M35. Kecepatan ini akan bervariasi tergantung dari jenis HP yang digunakan. Level tegangan yang digunakan adalah RS232. Sementara itu mikrokontroler hanya menyediakan fasilitas komunikasi serial UART dengan pin TX, dan Rx dengan level tegangan RS232. Untuk itu diperlukan sebuah sistem adapter yang mampu mengubah level tegangan TTL ke level RS232.

Pada HP Siemens M35 terdapat konektor untuk berkomunikasi dengan piranti luar. Biasanya konektor ini mampu diakses dengan kabel data serial. Umumnya kabel data sudah dilengkapi dengan konverter RS232 untuk itu mikrokontroler memerlukan piranti tambahan yaitu modul konverter dari TTL ke RS232. Pada Gambar disajikan skema rangkaian komunikasi serial RS232.

Komunikasi RS232

Untuk memenuhi standar komunikasi RS232 diperlukan IC konverter MAX232. IC ini diproduksi oleh Maxim dallas semiconductor. Pada IC ini sudah dilengkapi dengan sistem adapter RS232 sehingga tinggal menghubungkan pin T1IN dengan pin TXD dari mikrokontroler pada P3.1, dan menghubungkan pin R1IN dengan pin RXD dari mikrokontroler pada P3.0.

Pada bagian HP sebelum masuk ke terminal harus dikonversi dulu ke l

evel tegangan yang mampu diakses oleh Hand Phone. Umumnya pengkonversian ini sudah otomatis dilakukan oleh kabel data dari Hand Phone tersebut. Model koneksi kabel data untuk HP Siemens M35 di gambarkan pada Gambar

Model kabel data Hand Phone Siemens M35

Pada Gambar disajikan model koneksi kabel data yang kompatibel dengan PC. Pada Gambar disajikan koneksi pada HP Siemens M35. Pada konektor ini terdapat 2 pin sebagai jalur komunikasi. Pada koneksi Hand Phone Siemens M35, pin-pin yang ada harus dihubungkan sesuai dengan fungsi terminal masing-masing. Adapun fungsi masing-masing terminal disajikan pada tabel

Gambar Terminal port pada HP Siemens M35

Tabel Fungsi terminal HP Siemens M35

No

Nama

Fungsi

In/Out

1

GND

Ground

2

SELF SERVICE

Recognition / Battery Charger

In/Out

3

LOAD

Charging Voltage

In

4

BATTERY

Battery

Out

5

DATA OUT

Data Send

Out

6

DATA IN

Data Receive

In

7

Z_CLK

Recognition / Control Accesoris

8

Z_DATA

Recognition / Control Accesoris

9

MICG

Ground for Microphone

In

10

MIC

Microphone input

11

AUD

Loudspeaker output

Out

12

AUDG

Ground for Loudspeaker

Sensor dan Komparator

Pada sistem aplikasi SMS untuk kendali lampu ini bersifat close loop. Untuk itu perlu dipasang sensor cahaya untuk memantau cahaya yang dihasilkan oleh lampu. Selain itu juga sensor cahaya juga akan memberikan interupsi atau sinyal pemberitahuan ke mikrokontroler.

Sensor ini menggunakan komponen utama fototransistor. Fototransistor adalah komponen peka cahaya yang bekerja sebagaimana transistor bekerja. Keluaran fototransistor dikuatkan oleh penguat pembanding atau yang biasa disebut sebagai komparator. Keluaran komparator dimasukkan ke sebuah masukan schmitt trigger sebelum diakses ke mikrokontroler. Maksud dari pemasangan schmitt trigger adalah, agar level tegangan keluarannya sesuai dengan level tegangan TTL. Gambar disajikan gambar sensor cahaya.

Gambar Sensor Cahaya

Cara kerja dari rangkaian ini adalah jika terkena cahaya maka fototransistor akan tertutup atau bertahanan kecil. Sehingga pada kaki komparator input non inverting akan bernilai rendah atau lebih rendah dari tegangan input inverting. Sehingga tegangan keluaran komparator akan rendah. Kemudian tegangan ini akan dibalik menjadi logika tinggi oleh inverting schmitt trigger 74LS14 sehingga akan menjadi logika 1. Jika tidak terkena cahaya maka nilai tahanan fototransistor akan tinggi, atau transistor hubung buka. Sehingga nilai input inverting akan lebih tinggi dari input non inverting. Hal ini akan menyebabkan keluaran komparator tinggi dan kemudian dibalik oleh schmitt trigger 74LS14 menjadi rendah.

Jadi pada saat terkena cahaya, ouput sensor akan tinggi, dan jika tidak terkena cahaya output sensor akan rendah. Potensiometer R2 berfungsi untuk mengatur besar tegangan pembanding atau tegangan referensi.

Driver Relai dan Beban

Mikrokontroler mampu mengeluarkan tegangan 0V dan 5V. Namun dalam kenyataannya tegangan ini tidak bisa digunakan secara langsung untuk menggerakkan beban. Hal ini disebabkan karena arus yang mampu dilewatkan oleh kaki-kaki mikrokontroler sangat kecil. Untuk itu perlu dipasang piranti yang mampu menguatkan arus, sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan beban. Piranti ini biasa disebut dengan driver.

Rangkaian driver biasanya terdiri dari transistor-transistor daya. Tapi untuk beban berupa tegangan AC 220V perlu dipasang piranti saklar elektronis yaitu relai. Ironisnya mikrokontroler tidak mampu menggerakkan relai secara langsung, untuk itu perlu dipasang transistor. Pada Gambar disajikan driver untuk lampu AC 220V dengan kendali mikrokontroler.

Gambar Driver lampu

Pada rangkaian driver Gambar 3.7, digunakan transistor FCS9012 untuk menggerakkan transistor TIP 31. Hal ini dilakukan karena arus dari mikrokontroler terlalu kecil. Sementara itu transistor TIP 31 digunakan untuk menggerakkan relai. Cara kerja dari rangkaian ini adalah, jika diberikan logika low atau 0V dari port mikrokontroler, maka T1 PNP akan bekerja atau terhubung maka pada basis T2 NPN akan berlogika high, sehingga T2 NPN akan bekerja atau terhubung. Maka jika T2 terhubung relai akan mendapatkan suplai tegangan 12 Vdc. Setelah relai ON, maka pada titik NO (Normaly open) akan menutup dan akan terhubung dengan phase 220 VAC dan akan ada arus yang mengalir ke lampu 1 sehingga lampu 1 menyala.

Sebaliknya jika port mikrokontroler mengeluarkan logika high (1), keadaan ini akan membuat T1 PNP tidak akan bekerja dikarenakan transistor PNP aktif low, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke pin basis T2 NPN dan tidak membuat relai bekerja. Dengan ini keluaran pada relai akan terhubung ke NC (Normally Close), sehingga lampu 1 tidak akan menyala karena tidak terhubung dengan tegangan phase 220 VAC. Resistor 1 dan resistor 2 ini adalah untuk pembatas arus basis transistor, besanya nilai resistor ini dapat dicari dengan cara matematis dengan cara melihat nilai HFE tiap-tiap transistor dari data sheet.

Gambar Rangkaian Keseluruhan

Pengendalian Jarak Jauh Menggunakan Telepon Seluler (Lanjutan)

Posted on: 12-30-2008
Posted in: Application

Categories

Design and production electronic system
Categories
  • Application
  • Article
  • Download
  • Electronics
  • Microcontroller
  • Pinouts
  • Schematic
Galleries
  • Portfolio 1 Column
  • Portfolio 2 Columns
  • Portfolio 3 Columns
  • Portfolio 4 Columns
  • Galleria Shortcodes
  • Image Shortcodes
Product
  • Jadwal Waktu Sholat
  • Bel Sekolah Otomatis
  • Bel Cerdas Cermat
  • Jam Digital
  • Moving Sign
  • Scoreboard
ABOUT
  • About Us
  • Contact
  • Services
  • Showroom
    Jl. Wates KM.10 Bantul Yogyakarta 0274 6498 534 0821 3814 1118 shatomedia@gmail.com
    Count per Day
    • 49Visitors today:
    Contact
  • Agus Qurniadhi
  • Sindhu Harimukti
  • Safiq Rosyad
  • Sutarman
  • © 2012 SHATOMEDIA. All Rights Reserved