Berikut ini adalah potongan listing program masing – masing proses yang digunakan pada alat Indikator Intensitas Pencahayaan Berbasis Mikrokontroler AT89S52.
a. Inisialisasi LCD
Inisialisasi diperlukan untuk menentukan fungsi LCD, yaitu data yang digunakan 8 bit, kemudian menggunakan 2 baris serta huruf yang dipakai mode matriks 5×7. Berikut ini listing programnya.
Init_lcd:
mov r1,#00000001b ;Display clear
call tulis_inst
mov r1,#00111000b ;Function set,Data 8 bit,2 line font 5×7
call tulis_inst
mov r1,#00001100b ;Display on, cursor off,cursor blink off
call tulis_inst
mov r1,#00000110b ;Entry mode, Set increment
call tulis_inst
ret
b. Mikrokontroler sebagai pembaca sensor intensitas cahaya melalui ADC
Subrutin program ini digunakan untuk membaca data ADC melalui Port 2 mikrokontroler, kemudian mengkonversi data ADC yang masih dalam bilangan biner ke desimal. Berikut ini listing programnya :
;Mengambil data adc
;simpan ke accumulator
;======================================================
Baca_adc:
setb wri
setb re
call delay1
clr wri
call delay1
setb wri
jb itr,$
call delay1
clr re
mov a,p2
mov dataadc,a
setb re
ret
;konversi ke desimal 3 digit
;======================================================
Bin2Dec:
mov b,#100d
div ab
mov ratusan_100,a
mov a,b
mov b,#10d
div ab
mov puluhan_10,a
mov satuan_1,b
ret
c. Cek 8 saklar ruangan rumah tinggal
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) jenis ruangan ada 8 untuk rumah tinggal, sehingga pengecekan saklar pemilihan ruangan yang akan dideteksi ada 8 pilihan, yaitu sebagai berikut.
1. Saklar untuk teras.
2. Saklar untuk ruang tamu.
3. Saklar untuk ruang makan.
4. Saklar untuk ruang kerja.
5. Saklar untuk kamar tidur.
6. Saklar untuk kamar mandi.
7. Saklar untuk dapur.
8. Saklar untuk garasi.
Berikut ini listing program untuk pemilihan saklar ruangan.
start:
Cek_teras:
jb push_1,cek_R_tamu
mov r4,#10
start_teras:
call tulis_atas_60
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_60
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_teras
jmp mulai
Cek_R_tamu:
jb push_2,cek_R_makan
mov r4,#10
start_R_tamu:
call tulis_atas_120_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_120_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_R_tamu
jmp mulai
Cek_R_makan:
jb push_3,cek_R_kerja
mov r4,#10
start_R_makan:
call tulis_atas_120_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_120_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_R_makan
jmp mulai
Cek_R_kerja:
jb push_4,cek_K_tidur
mov r4,#10
start_R_kerja:
call tulis_atas_120_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_120_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_R_kerja
jmp mulai
Cek_K_tidur:
jb push_5,cek_K_mandi
mov r4,#10
start_K_tidur:
call tulis_atas_120_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_120_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_K_tidur
jmp mulai
Cek_K_mandi:
jb push_6,cek_dapur
mov r4,#10
start_K_mandi:
call tulis_atas_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_K_mandi
jmp mulai
Cek_dapur:
jb push_7,cek_garasi
mov r4,#10
start_dapur:
call tulis_atas_250
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_250
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_dapur
jmp mulai
Cek_garasi:
jb push_8,cek_selesai
mov r4,#10
start_garasi:
call tulis_atas_60
call baca_adc
call Bin2Dec
call cek_cahaya_60
call tampil
call tunda_long
djnz r4,start_garasi
jmp mulai
cek_selesai:
jmp start
d. Mikrokontroler menampilkan data intensitas cahaya ke LCD
Subrutin program ini digunakan untuk menampilkan data ADC melalui Port 0 mikrokontroler, data yang disimpan di RAM internal dipindahkan ke akumulator untuk ditampilkan ke LCD. Penampilan data intensitas cahaya secara berurutan mulai dari bilangan ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan. Berikut ini listing programnya :
;konversi data adc ke lcd
;======================================================
tampil:
mov R1,#0c3h
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
mov R1,#0c4h
call tulis_inst
mov R1,#’=’
call tulis_data
mov R1,#0c5h
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
mov r1,#0c6h
call tulis_inst
mov DPTR,#RIBUAN ; DPTR = [ribuan]
mov A,DataADC ; A = [DataADC]
movc A,@A+DPTR ; A = [A+DPTR]
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
mov r1,#0c7h
call tulis_inst
mov DPTR,#RATUSAN ; DPTR = [ratusan]
mov A,DataADC ; A = [DataADC]
movc A,@A+DPTR ; A = [A+DPTR]
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
mov r1,#0c8h
call tulis_inst
mov DPTR,#PULUHAN ; DPTR = [puluhan ]
mov A,DataADC ; A = [DataADC]
movc A,@A+DPTR ; A = [A+DPTR]
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
call delay
mov r1,#0c9h
call tulis_inst
mov DPTR,#SATUAN ; DPTR = [satuan]
mov A,DataADC ; A = DataADC
movc A,@A+DPTR ; A =[ A+DPTR]
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
mov R1,#0cah
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
mov R1,#0cbh
call tulis_inst
mov R1,#’L’
call tulis_data
mov R1,#0cch
call tulis_inst
mov R1,#’u’
call tulis_data
mov R1,#0cdh
call tulis_inst
mov R1,#’x’
call tulis_data
mov R1,#0ceh
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
mov R1,#0cfh
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
ret
Pengujian Alat Keseluruhan
Tahap berikutnya adalah tahap pengujian alat secara keseluruhan, cara pengujian tingkat pencahayaan diukur dengan cara meletakkan alat secara horisontal dengan posisi 75 cm di atas permukaan lantai (Sunarno, 2006). Pengujian dilakukan pada 8 jenis ruangan yang terdapat dalam rumah tinggal menurut SNI. Pengujian ini 8 jenis ruangan ini dibagi menjadi 3 kelompok standar cahaya yang sama yaitu :
1. Pengujian intensitas cahaya ruangan SNI 60 lux untuk ruangan (teras dan garasi).
2. Pengujian intensitas cahaya ruangan SNI (120 – 250) lux untuk ruangan (ruang tamu, ruang makan, ruang kerja, kamar tidur).
3. Pengujian intensitas cahaya ruangan SNI 250 lux untuk ruangan (kamar mandi dan dapur).
Pada saat pertama kali dinyalakan alat akan menampilkan tulisan ‘Silahkan Pilih Tombol Ruangan’ kemudian alat akan menunggu tombol ruangan mana yang ditekan baru kemudian melakukan proses pengambilan data cahaya ruangan. Berikut ini adalah Gambar 11 alat saat pertama kali dinyalakan.

Gambar 11 Tampilan awal
Berikutnya adalah setelah dilakukan penekanan tombol alat akan melakukan konversi cahaya ruangan dan menampilkannya ke LCD. Berikut ini Gambar 12 adalah pengujian terhadap ruangan teras.

Gambar 12 Pengujian pada ruangan teras
Pada Gambar 12 dapat dijelaskan tampilan baris pertama menampilkan data SNI tingkat pencahayaan pada ruangan teras yaitu 60 lux, sedangkan pada baris kedua menampilkan (C.Normal) berarti cahaya teras pada saat dideteksi normal. Dan kemudian kolom berikutnya menampilkan data cahaya (071) yang berarti cahayanya terdeteksi 71 lux. Cahaya 71 Lux masih dikatakan normal karena toleransi alat yang diberikan 20 % jadi, berarti 20 % dari 60 lux adalah 12 Lux sehingga maksimum cahaya yang masih normal adalah 72 Lux.
Pengujian berikutnya adalah pada ruang tamu yang SNI antara 120 – 150 lux . Berikut ini adalah Gambar 13 pengujian pada ruang tamu.

Gambar 13 Pengujian pada ruang tamu
Pada Gambar 13 terlihat baris pertama menampilkan tingkat pencahayaan menurut SNI yang harus dicapai. Kemudian baris menampilkan status cahaya pada saat dideteksi kurang dan nilainya adalah 056 lux.
Pengujian berikutnya adalah masih pada ruang tamu yang SNI antara 120 – 150 lux tetapi intensitas cahayanya ditingkatkan. Berikut ini adalah Gambar 14 pengujian pada ruang tamu yang cahayanya ditingkatkan.

Gambar 14 Pengujian pada ruang tamu
Pada Gambar 14 terlihat baris pertama menampilkan tingkat pencahayaan pada ruang tamu menurut SNI yang harus dicapai. Kemudian baris kedua menampilkan status cahaya pada saat telah dinaikkan terdeteksi melebihi angka 150 lux sehingga tampilannya (C.Lebih) dan nilainya adalah 254 lux.
Pengujian Alat Pada Tiap Ruangan Rumah Tinggal
Berikut ini adalah Tabel – tabel pengujian alat pada masing – masing ruangan dalam rumah tinggal. Cara pengukuran tingkat pencahayaan untuk bidang kerja diukur secara horisontal 75 cm di atas permukaan lantai, ini dikarenakan aktifitas manusia yang sering dilakukan di dalam rumah tinggal dianggap reratanya adalah 75 cm dari atas permukaan lantai (Sunarno, 2006).
Tabel 3 Pengujian pada teras dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 60 Lux (toleransi 20%)
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi(Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
72 |
Normal |
|
2 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
72 |
Normal |
|
3 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
72 |
Normal |
|
4 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
5 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
72 |
Normal |
|
6 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
64 |
Normal |
|
7 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
61 |
Normal |
|
8 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
66 |
Normal |
|
9 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
10 |
3 |
2 |
19.00 – 19.15 WIB |
Lampu A 11 Watt |
66 |
Normal |
Tabel 4 Pengujian pada ruang tamu dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 120 – 150 Lux
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
136 |
Normal |
|
2 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
132 |
Normal |
|
3 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
136 |
Normal |
|
4 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
146 |
Normal |
|
5 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
146 |
Normal |
|
6 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
146 |
Normal |
|
7 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
146 |
Normal |
|
8 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
146 |
Normal |
|
9 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
141 |
Normal |
|
10 |
3 |
1,8 |
19.15 – 19.30 WIB |
Lampu A 23 Watt |
141 |
Normal |
Tabel 5 Pengujian pada ruang makan dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 120 – 250 Lux
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
2 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
136 |
Normal |
|
3 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
4 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
5 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
6 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
7 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
132 |
Normal |
|
8 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
127 |
Normal |
|
9 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
127 |
Normal |
|
10 |
2,5 |
1,8 |
19.30 – 19.45 WIB |
Lampu A 15 Watt |
127 |
Normal |
Tabel 6 Pengujian pada ruang kerja dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 120 – 250 Lux
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
141 |
Normal |
|
2 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
136 |
Normal |
|
3 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
141 |
Normal |
|
4 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
141 |
Normal |
|
5 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
141 |
Normal |
|
6 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
141 |
Normal |
|
7 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
136 |
Normal |
|
8 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
138 |
Normal |
|
9 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu B 20 Watt |
138 |
Normal |
|
10 |
3 |
2 |
19.45 – 20.00 WIB |
Lampu b 20 Watt |
141 |
Normal |
Tabel 7 Pengujian pada ruang tidur dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 120 – 250 Lux
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
169 |
Normal |
|
2 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
174 |
Normal |
|
3 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
165 |
Normal |
|
4 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
174 |
Normal |
|
5 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
174 |
Normal |
|
6 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
179 |
Normal |
|
7 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
184 |
Normal |
|
8 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
188 |
Normal |
|
9 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
169 |
Normal |
|
10 |
3 |
1,5 |
20.00 – 20.15 WIB |
Lampu A 18 Watt |
155 |
Normal |
Tabel 8 Pengujian pada kamar mandi dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 250 Lux (toleransi 20%)
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
273 |
Normal |
|
2 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
273 |
Normal |
|
3 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
278 |
Normal |
|
4 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
271 |
Normal |
|
5 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu DOP 40 Watt |
264 |
Normal |
|
6 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
268 |
Normal |
|
7 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
271 |
Normal |
|
8 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
278 |
Normal |
|
9 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
271 |
Normal |
|
10 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
264 |
Normal |
Tabel 9 Pengujian pada dapur dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 250 Lux (toleransi 20%)
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
278 |
Normal |
|
2 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
273 |
Normal |
|
3 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
259 |
Normal |
|
4 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
259 |
Normal |
|
5 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
254 |
Normal |
|
6 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
278 |
Normal |
|
7 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
271 |
Normal |
|
8 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
268 |
Normal |
|
9 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
264 |
Normal |
|
10 |
2,5 |
1,8 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 40 Watt |
278 |
Normal |
Tabel 10 Pengujian pada garasi dengan intensitas penerangan
menurut SNI = 60 Lux (toleransi 20%)
|
No |
Ketinggian ruangan (M) |
Jarak lampu ke alat (M) |
Waktu pengujian |
Jenis lampu yang digunakan |
Intensitas cahaya yang terdeteksi (Lux) |
Keterangan Cahaya |
|
1 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
2 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
61 |
Normal |
|
3 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
4 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
5 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
66 |
Normal |
|
6 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
61 |
Normal |
|
7 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
71 |
Normal |
|
8 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
66 |
Normal |
|
9 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
66 |
Normal |
|
10 |
3 |
2 |
20.15 – 20.30 WIB |
Lampu A 11 Watt |
61 |
Normal |
Setelah diperoleh dari masing – masing pengujian terhadap ruangan dalam rumah tinggal, dapat disimpulkan bahwa ketinggian ruangan akan mempengaruhi penentuan jenis lampu yang akan digunakan. Jika tinggi ruangan rendah maka lampu yang dibutuhkan dayanya tidak terlalu besar untuk mencapai standar (SNI), sedangkan jika ruangan memiliki ketinggian yang lebih maka daya lampu juga akan besar untuk mencapai standar (SNI).
Download Program alat-pengatur-recomendasi-cahaya










