Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler ini dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 1 Alat yang telah dirakit
Setelah semua tahap perancangan terlampaui, maka tahap berikutnya adalah tahap pengujian serta pembahasan mengenai Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler. Berikut ini adalah pengujian dan pembahasan alat masing-masing blok diagram.
Bahan dan Alat Penelitian
Bahan Penelitian
Pada Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler, bahan penelitian yang digunakan adalah :
- Sensor LM35 pada bagian input ADC (Analog to Digital Converter), yang digunakan untuk mendeteksi suhu ruangan.
- ADC0804 sebagai pengubah masukan analog dari sensor LM35 digital dengan keluaran 8 bit.
- Mikrokontroler AT89S52 sebagai pembaca data 8 bit dari keluaran ADC0804 dan mengkonversi data biner 8 bit yang masuk menjadi bilangan desimal. Mikrokontroler dapat di antarmuka menggunakan handphone Siemens M35 melalui komunikasi serial dengan baudrate 19200 Bps (Bits per Second).
- LCD M1632 adalah penampil yang berkarakter 2 baris dan 16 kolom, sehingga cukup untuk menampilkan data suhu ruangan, metode data yang digunakan pada LCD ini adalah 8 bit sehingga dapat langsung dihubungkan dengan mikrokontroler.
- Rangkaian maxim 232 konverter adalah rangkaian pengubah tingkat tegangan handphone ke standar TTL mikrokontroler, dan sebagai pembaca data yang dapat dilihat pada hyperterminal pada windows.
- Papan PCB untuk meletakkan komponen-komponen yang akan digunakan.
- X-tal (kristal) 11.0592 MHz sebagai pembangkit clock yang digunakan dan sebagai baudrate pada proses pengiriman data serial antara dua mikrokontroler.
- Trafo 1A digunakan sebagai catu tegangan untuk rangkaian keseluruhan.
- IC regulator 78L05 sebagai regulator tegangan yang menghasilkan tegangan keluaran ±5 Vdc, sebagai catu mikrokontroler dan IC lainnya.
- Solder sebagai alat pengujian sensor suhu LM35.
Langkah Penelitian
Untuk memudahkan penelitian yaitu dengan cara membagi rangkaian menjadi beberapa blok atau bagian. Berikut ini adalah blok rangkaian yang akan dirakit dan diteliti.
- Perakitan sensor suhu
- Perakitan ADC 0804
- Sistem minimum mikrokontroler
- Penampil LCD
- Rangkaian keseluruhan
- Perancangan program
Perakitan Sensor Suhu
Dalam perakitan sensor suhu ada 3 langkah yang dijalankan yang pertama pengujian karakteristik sensor LM35, perancangan dan pengujian sensor suhu. Uji karakteristik sensor LM35 dilakukan dengan cara memberikan tegangan sebesar 5 Volt pada LM35, kemudian pin keluaran LM35 dihubungkan ke multimeter untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan dari pemberian suhu pada LM35 dengan cara pemberian es dan solder. Pengujian karakteristik dari LM35 adalah untuk mengetahui kecenderungan secara fisis dari sensor LM35. Berikut ini adalah Gambar 2 blok diagram uji karakteristik sensor LM35.

Gambar 2 Diagram pengujian karakteristik LM35
Sensor LM35 memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya dapat terkalibrasi langsung dalam celcius, sehingga akan memudahkan perancangan pendeteksi suhu ruangan. Tegangan suplai (Vs) LM35 adalah sebesar 5 Volt dengan harapan respon ideal LM35 akan menghasilkan kenaikan suhu 1oC yang memiliki perubahan tegangan setiap kenaikannya sebesar 10 mVolt. Pada penelitian ini ditentukan jangkauan suhu pengukuran antara 0 oC sampai 128 oC. Dengan demikian maka tegangan keluaran dari LM35 pada penelitian ini adalah :
128°C / 1°C x 10 mV = 1,28 V (1)
Dari perhitungan di atas maka dapat diketahui bahwa tegangan untuk mencapai kisaran suhu antara 0 – 128 oC adalah 0 – 1,28 Volt dan tegangan yang diberikan pada LM35 sebesar 5 volt, untuk memindahkan daya ke beban agar bisa maksimal maka ditambahkan resistor sebesar 75 Ohm dan kapasitor sebesar 1 µF. Berikut ini adalah gambar dari rangkaian sensor LM35.

Gambar 3 Rangkaian sensor LM35
Perakitan ADC 0804
Dalam penelitian ini merupakan pengukuran dengan sistem digital sehingga diperlukan sebuah pengubah sinyal analog (ADC) yang merupakan keluaran sensor yang channel in (+). Agar dapat diubah menjadi sinyal digital maka perlu ditentukan spesifikasi ADC yang diperlukan untuk pengukuran suhu dan intensitas cahaya. Hal ini dapat ditentukan secara teoritis dengan menghitung jumlah perubahan bit yang dibutuhkan, yaitu dengan membagi jangkauan pengukuran dengan resolusi pengukuran. Perhitungan tersebut adalah sebagai berikut, terdapat pada persamaan (2).

Pada sensor suhu jumlah perubahan bit sebanyak 128 kali, sehingga ADC yang dibutuhkan minimal 2n perubahan bit, n merupakan jumlah keluaran digital dari ADC. Dengan demikian ADC yang digunakan mempunyai 8 bit. Untuk mengetahui data suhu yang ditampilkan pada setiap bit-nya yaitu dengan cara sebagai berikut :

Contoh tabel untuk konversi data ke besaran suhu (dengan menggunakan program Microsoft Excel). Karena data desimal maksimal adalah 255 dan suhu maksimal 128, maka data Tabel 1 hasil rentang suhu setiap bit-nya adalah sebagai berikut.
Tabel 1Hasil suhu dalam rentang ADC 8 bit
| NO |
Data adc |
Hasil rumus |
| suhu = data adc X 128 / 255 |
| Ratusan |
Puluhan |
Satuan |
1 angka di belakang koma |
Hasil rumus (ºC) |
| 1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
| 2 |
1 |
0 |
0 |
1 |
5 |
0.50196 |
| 3 |
2 |
0 |
0 |
1 |
0 |
1.00392 |
| … |
… |
… |
… |
… |
… |
… |
| 67 |
66 |
0 |
3 |
3 |
1 |
33.1294 |
| … |
… |
… |
… |
… |
… |
… |
| 256 |
255 |
1 |
2 |
8 |
0 |
128 |
Setelah mendapatkan jumlah perubahan bit yang dibutuhkan maka dalam pemilihan ADC yang akan digunakan dalam perancangan ini harus mempunyai nilai keluaran 8 bit. Dengan alasan inilah kemudian pemilihan komponen ADC pada penelitian ini adalah ADC tipe 0804 yang memiliki keluaran 8 bit. ADC0804 pada penelitian ini difabrikasi oleh Philips yang memiliki spesifikasi ketepatan ± 1/2 LSB, jangkauan tegangan 0 – 1.28 volt dan catu daya sebesar 5 volt DC. Untuk mengubah sinyal analog yang berupa tegangan menjadi keluaran digital, maka perlu diketahui tegangan resolusi (VLSB) secara teori dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :
Vlsb = Vreff / (256-1) = 1,28 / 255 = 0,00501 V = 5,01 mV (4)
Pada dasarnya ADC0804 tidak dapat mengkonversi secara terus-menerus, sehingga untuk pemecahan masalah ini maka nilai masukan ADC ditahan agar tetap selama melakukan sebuah pengkonversian, sehingga ADC0804 ini dapat bekerja dengan melakukan pengkonversian secara terus-menerus (free running). Untuk membuat mode kerja free running maka harus diketahui terlebih dahulu bagaiman urutan pemberian nilai pada pin RD dan WR serta perubahan nilai pada INTR.

Gambar 4 Rangkaian ADC0804 dengan mode kerja free running
Sistem Minimum Mikrokontroler
Mikrokontroler merupakan komponen utama yang mengendalikan seluruh sistem. Mikrokontroler yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrokontroler keluaran Atmel dengan seri AT89S52. Seri ini merupakan varian baru dari keluarga AT89C51 yang mengalami perubahan prosedur pengisian program. Pada seri ini memiliki fasilitas ISP (In System Programming) yang tidak dimiliki pada seri sebelumnya. Fasilitas ini memungkinkan pengubahan isi program walaupun sistem sedang berjalan.
Untuk bekerja dengan mikrokontroler ini diperlukan beberapa komponen tambahan yang sering disebut dengan sistem minimum. Syarat-syarat tersebut antara lain, sistem clock atau osilator, sistem reset dan sistem ISP. Pada penelitian ini sistem minimum disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5 Sistem minimum mikrokontroler
Pada Gambar 5 disajikan skema rangkaian minimum mikrokontroler AT89S51/52. Sistem pendukung yang pertama yaitu sistem osilator yang terdiri dari x-tal senilai 11,0592 MHz dan dua buah kapasitor senilai 33 pF. Nilai 11,0592 MHz dipilih dengan pertimbangan untuk menghasilkan nilai baudrate yang tidak terjadi error.
Komunikasi Mikrokontroler dan HP
Untuk berkomunikasi antara mikrokontroler dan HP diperlukan fasilitas komunikasi serial dengan model UART dengan kecepatan 19200 Bps untuk jenis HP Siemens M35. Kecepatan ini akan bervariasi tergantung dari jenis HP yang digunakan. Tingkatan tegangan yang digunakan adalah RS232. Sementara itu mikrokontroler hanya menyediakan fasilitas komunikasi serial UART dengan pin TX, dan Rx dengan tingkat tegangan RS232. Untuk itu diperlukan sebuah sistem adapter yang mampu mengubah tingkat tegangan TTL ke tingkat RS232.
Pada HP Siemens M35 terdapat konektor untuk berkomunikasi dengan piranti luar. Biasanya konektor ini mampu diakses dengan kabel data serial. Umumnya kabel data sudah dilengkapi dengan konverter RS232 untuk itu mikrokontroler memerlukan piranti tambahan yaitu modul konverter dari TTL ke RS232. Pada Gambar 6 disajikan skema rangkaian komunikasi serial RS232.

Gambar 6 Komunikasi RS232
Untuk memenuhi standar komunikasi RS232 diperlukan IC konverter MAX232. IC ini diproduksi oleh Maxim Dallas Semiconductor. Pada IC ini sudah dilengkapi dengan sistem adapter RS232 sehingga tinggal menghubungkan pin T1IN dengan pin TXD dari mikrokontroler pada P3.1, dan menghubungkan pin R1IN dengan pin RXD dari mikrokontroler pada P3.0.
Pada bagian HP sebelum masuk ke terminal harus dikonversi dulu ke tingkat tegangan yang mampu diakses oleh handphone. Umumnya pengkonversian ini sudah otomatis dilakukan oleh kabel data dari handphone tersebut. Model koneksi kabel data untuk HP Siemens M35 digambarkan pada Gambar 7.

Gambar 7 Model kabel data handphone Siemens M35
Pada Gambar 7 disajikan model koneksi kabel data yang kompatibel dengan PC. Berikut ini adalah Gambar 8 terminal port pada HP Siemens M35.

Gambar 8 Terminal port pada HP Siemens M35
Dan pada Tabel 3 terlihat fungsi dari masing-masing terminal HP siemens seri M35.
Tabel 3 Fungsi terminal HP Siemens M35
| No |
Nama |
Fungsi |
In/Out |
| 1 |
GND |
Ground |
In/Out |
| 2 |
SELF SERVICE |
Recognition / Battery Charger |
In/Out |
| 3 |
LOAD |
Charging Voltage |
In |
| 4 |
BATTERY |
Battery |
Out |
| 5 |
DATA OUT |
Data Send |
Out |
| 6 |
DATA IN |
Data Receive |
In |
| 7 |
Z_CLK |
Recognition / Control Accesoris |
In |
| 8 |
Z_DATA |
Recognition / Control Accesoris |
In |
| 9 |
MICG |
Ground for Microphone |
In |
| 10 |
MIC |
Microphone input |
In |
| 11 |
AUD |
Loudspeaker output |
Out |
| 12 |
AUDG |
Ground for Loudspeaker |
In/Out |
Pada Gambar 8 disajikan koneksi pada HP Siemens M35. Pada konektor ini terdapat 2 pin sebagai jalur komunikasi. Pada koneksi handphone Siemens M35, pin-pin yang ada harus dihubungkan sesuai dengan fungsi terminal masing-masing. Berikut ini adalah Gambar 9 keseluruhan rangkaian konverter data serial M35 ke mikrokontroler AT89S52 dan PC.
Gambar 9 Konverter data serial handphone M35 ke mikrokontroler dan PC
Penampil LCD
LCD merupakan penampil yang digunakan untuk memberikan informasi bagi pengguna alat. LCD ada yang mempunyai satu baris dan ada yang dua baris, LCD satu baris disebut LCD 1 x 16 dan LCD dua baris biasa disebut LCD 2 x 16, 16 menunjukkan banyaknya karakter yang dapat ditampilkan dalam setiap baris. Pada sistem ini digunakan sebagai penampil hasil konversi suhu dalam bentuk desimal.
Pada Gambar 10 merupakan antarmuka LCD 2×16 M1632 dengan menggunakan mode antarmuka 8 bit. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah LCD selalu berada pada kondisi tulis (Write), dengan menghubungkan pin R/W ke Ground. Hal ini dimaksudkan agar LCD tersebut tidak pernah mengeluarkan data (kondisi baca) yang mana data tersebut akan bertabrakan dengan data komponen lain di jalur bus.

Gambar 10 Penampil LCD
Pin RS pada LCD terhubung dengan P1.0, dimana pin ini berfungsi sebagai register data atau register perintah ke LCD maupun dari LCD. Dimana register data adalah data yang akan ditampilkan dari mikrokontroler, sedangkan register perintah adalah perintah mikrokontroler untuk mengkondisikan LCD. Untuk pin E pada LCD terhubung dengan P1.1 dari mikrokontroler, digunakan sebagai pemberi clock dari mikrokontroler ke LCD setiap kali pengiriman atau pembacaan data.
Potensio 10K yang tampak pada Gambar 10 berfungsi untuk mengatur tegangan pada pin VLCD. Besarnya tegangan pada pin tersebut akan mempengaruhi ketajaman yang tampak pada LCD. Pada pin A terhubung dengan dioda IN4001 yang berfungsi untuk menjaga ada bias balik dari sumber daya, pin A ini berfungsi sebagai Backlight pada penampil LCD, dan grounding dari Backlight terhubung pada pin K. Backlight ini berfungsi sebagai pembangkit cahaya yang timbul dibelakang LCD, sehingga tampilan dari LCD tersebut akan semakin jelas.
Perakitan Rangkaian Keseluruhan
Setelah mengetahui fungsi dari masing-masing blok diagram, maka saatnya merakit komponen keseluruhan dari Sistem Peringatan Dini Kenaikan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler dan Telepon Seluler. Berikut ini adalah Gambar 11 Rangkaian keseluruhan.

Gambar 11 Rangkaian keseluruhan.
Perancangan Perangkat Lunak Mikrokontroler AT89S52
Diagram Alir
Agar mempermudah dalam penulisan dan pembuatan program, maka langkah awalnya adalah membuat diagram alir (flow chart) dari alat yang akan dibuat. Diagram alir pada Gambar 11 merupakan panduan dalam pembuatan program sehingga hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan.

- Inisialisasi komunikasi serial baudrate 19200 Bps
Inisialisasi diperlukan untuk menetapkan satuan kecepatan transfer data atau baudrate, dan jenis pengiriman data antara mikrokontroler dan handphone Siemens M35. Pada alat ini baudrate yang harus digunakan adalah 19200 bit per second (bps), karena komunikasi yang ditetapkan oleh Siemens untuk HP M35 adalah 19200 Bps. Berikut ini adalah listing programnya :
INITIAL:
MOV SCON,#50H ;INISIALISASI BAUD RATE 19200
MOV TMOD,#20H
Mov 87h,#80h
MOV TH1,#0FdH
SETB TR1
RET
- Mikrokontroler sebagai pembaca sensor suhu melalui ADC
Subrutin program ini digunakan untuk membaca data ADC melalui Port 2 mikrokontroler, kemudian mengkonversi data ADC yang masih dalam bilangan biner ke desimal. Berikut ini listing programnya :
;mengambil data adc
;simpan ke accumulator
;======================================================
BACA_ADC:
SETB WRI
SETB RE
CALL DELAY1
CLR WRI
CALL DELAY1
SETB WRI
JB ITR,$
CALL DELAY1
CLR RE
MOV A,P2
MOV DATAADC,A
SETB RE
RET
;konversi ke desimal 3 digit
;======================================================
Bin2Dec:
mov b,#100d
div ab
mov ratusan_100,a
mov a,b
mov b,#10d
div ab
mov puluhan_10,a
mov satuan_1,b
ret
- Mikrokontroler menampilkan data suhu ke LCD
Subrutin program ini digunakan untuk menampilkan data ADC melalui Port 0 mikrokontroler, data yang disimpan di RAM internal dipindahkan ke akumulator untuk ditampilkan ke LCD. Penampilan data suhu secara berurutan mulai dari bilangan ratusan, puluhan, satuan, dan satu angka dibelakang koma. Berikut ini listing programnya :
;konversi data adc ke lcd
;======================================================
Displayadc_1:
mov r1,#0c4h
call tulis_inst
mov DPTR,#ratusan ; DPTR = [ ratusan ]
mov A,DataADC ; A = [DataADC]
movc A,@A+DPTR ; A = [A+DPTR]
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
mov r1,#0c5h
call tulis_inst
mov DPTR,#puluhan
mov A,DataADC
movc A,@A+DPTR
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A
mov r1,a
call tulis_data
call delay
mov r1,#0c6h
call tulis_inst
mov DPTR,#satuan
mov A,DataADC
movc A,@A+DPTR
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A
mov r1,a
call tulis_data
mov R1,#0c7h
call tulis_inst
mov R1,#’,’
call tulis_data
mov R1,#0c8h
call tulis_inst
mov DPTR,#koma ; dptr = [ koma ]
mov A,DataADC
movc A,@A+DPTR
mov DPTR,#datane
movc A,@A+DPTR
mov P0,A ; P0 = A
mov r1,a
call tulis_data
mov R1,#0c9h
call tulis_inst
mov R1,#’ ‘
call tulis_data
mov R1,#0cah
call tulis_inst
mov R1,#0DFH
call tulis_data
mov R1,#0cbh
call tulis_inst
mov R1,#’C’
d. Mikrokontroler mengirimkan pesan melalui pin TX (Port 3.1)
; rutin pengiriman sms
;======================================================
send_sms:
mov dptr,#smssend ;baca sms
acall kirim_data ;kirim perintah
tunggus:
acall terima_data
cjne a,#’>’,tunggus ;tunggu karakter >
call tunda_long
mov dptr,#sms_center ;kirim no sms center
mov r0,#6
berulang1a:
clr a
movc a,@a+dptr
acall kirim_serial
inc dptr
djnz r0,berulang1a
mov r0,70h ;jumlah no hp
mov a,r0
add a,#2
mov r0,a
mov r1,#30h ;alamat awal no hp
berulang2a:
clr a
mov a,@r1
acall kirim_serial
inc r1
djnz r0,berulang2a
mov dptr,#ref_sms ;kirim no refferensi smsm
mov r0,#4 ;’0000′
berulang3a:
clr a
movc a,@a+dptr
acall kirim_serial
inc dptr
djnz r0,berulang3a
mov a,22h
Tabel 4 Pengujian Sensor Suhu LM35
| SuhuTerukur
Jml Pengujian
Vout LM35 |
30 °C |
40 °C |
50 °C |
75 °C |
85 °C |
95 °C |
100 °C |
| 1 |
0,30 |
0,39 |
0,52 |
0,72 |
0,83 |
0,95 |
0,99 |
| 2 |
0,30 |
0,40 |
0,49 |
0,73 |
0,84 |
0,93 |
0,99 |
| 3 |
0,30 |
0,39 |
0,49 |
0,77 |
0,84 |
0,94 |
0,99 |
| 4 |
0,29 |
0,39 |
0,49 |
0,75 |
0,84 |
0,93 |
0,98 |
| 5 |
0,30 |
0,39 |
0,51 |
0,74 |
0,83 |
0,93 |
0,99 |
| 6 |
0,30 |
0,40 |
0,51 |
0,73 |
0,86 |
0,93 |
0,10 |
| 7 |
0,29 |
0,41 |
0,51 |
0,76 |
0,86 |
0,94 |
0,99 |
| 8 |
0,30 |
0,39 |
0,52 |
0,77 |
0,87 |
0,94 |
0,99 |
| 9 |
0,30 |
0,39 |
0,49 |
0,77 |
0,88 |
0,94 |
0,99 |
| 10 |
0,30 |
0,39 |
0,49 |
0,76 |
0,87 |
0,93 |
0,99 |
|
| |
0,298 |
0,394 |
0,502 |
0.75 |
0,852 |
0,936 |
0,9 |
Dari hasil pengujian Tabel 4 diperoleh hasil rerata pengujian tegangan keluaran sensor suhu LM35 dari tiap pengukuran suhu.
Membandingkan Data ADC dengan Suhu Kamar
Program pembanding data ADC adalah untuk membandingkan nilai suhu kamar yang terdeteksi dengan suhu (29 – 32 °C). Nilai data ADC untuk suhu 33 °C yang mengacu pada Tabel 1 adalah 66. Berikut ini adalah Gambar 12 diagram alir pembanding data ADC dengan suhu kamar (29 – 32 °C).

Gambar 12 Diagram alir pembanding data ADC dengan suhu kamar (29 – 32 °C)
Dari keterangan Gambar 12 dapat dijelaskan bahwa, pertama kali menghapus nilai carry yaitu bit pengurangan. Kemudian program akan melakukan pengisian data ADC yang terdeteksi ke accumulator, setelah itu nilai R0 diisi dengan 66 desimal yang berarti 33 °C. Setelah itu program akan mengurangkan register 0 dengan data ADC yang terdeteksi. Misal data ADC yang terdeteksi adalah 66 maka 66 – 66 = 0 hasilnya adalah positif nilai bit carry akan bernilai 1 jika hasil pengurangan ini positif, berarti suhu kamar sama dengan 33 °C. Sedangkan jika nilai ADC terdeteksi 57, maka 57 – 66 = -9, hasil negatif ini akan membuat bit carry bernilai 0 dan melakukan program selanjutnya atau artinya suhu kamar kurang dari 33 °C, kemudian akan menampilkan data 57d yang berarti 29 °C.
Pengujian Sistem
Pengujian sistem dilakukan dengan cara memasang HP M35 dan rangkaian secara keseluruhan. Pengujian ini dilakukan dengan cara mendekatkan sensor LM35 ke sumber panas solder. Untuk menghitung error dari hasil pengujian, maka dilakukan pengukuran suhu dengan termometer digital Berikut ini Gambar 13 cara pengujian alat.

Gambar 13 Cara pengujian alat
Dan hasil dari pengujian sistem ditunjukkan pada Tabel 5 pengujian sistem secara keseluruhan.
Tabel 5 Pengujian sistem pada sumber panas solder dengan pengulangan 10 X
| No |
Keadaan
LED indikator |
Status SMS
ke Nomor tujuan
(+622748229878) |
Isi SMS |
Suhu terukur
alat
(°C) |
Suhu termometer
(°C) |
Error
tiap pengukuran
(%) |
| 1 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 35 Derajat Celcius ! |
35 |
34,5 |
0,014 |
| 2 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 35 Derajat Celcius ! |
35 |
34,5 |
0,014 |
| 3 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! |
36 |
35,5 |
0,014 |
| 4 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 37 Derajat Celcius ! |
37 |
36 |
0,027 |
| 5 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 39 Derajat Celcius ! |
39 |
38 |
0,026 |
| 6 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 40 Derajat Celcius ! |
40 |
39 |
0,025 |
| 7 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 38 Derajat Celcius ! |
38 |
37 |
0,027 |
| 8 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 37 Derajat Celcius ! |
37 |
36,5 |
0,013 |
| 9 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! |
36 |
35 |
0,028 |
| 10 |
Menyala |
Terkirim |
Suhu kamar = 36 Derajat Celcius ! |
36 |
35,5 |
0,014 |
|
| |
|
|
|
|
|
0,020 |
Dari hasil Tabel 5 terlihat bahwa pengujian dilakukan sebanyak 10 kali, dan diperoleh error rerata pada masing-masing percobaan adalah 0,020 %, kemudian mikrokontroler akan menyalakan LED indikator dan mengirimkan pesan singkat yang berisi memberi peringatan bahwa suhu kamar di atas 33 derajat celcius ke nomor tujuan (+622748229878). Serta menampilkan suhu yang terdeteksi pada saat itu ke penampil LCD M1632.